3 TOKOH LIRBOYO

Belahan Jiwa tempat kami mengadu, harapan selalu pengakuanmu kami sebagai santrimu, tanpa itu kami tiada arti di dunia dan di akhirat nanti.

3 ALIYAH KELAS A-1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALIYAH KELAS A-1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALIYAH KELAS A2

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALLIYAH KELAS A3

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 09 Februari 2012

PROBLEMATIKA SHOLAT TARAWIH


Sejarah Tarawih
Pada malam tanggal 23 Ramadlan tahun 2 H, Rasulullah pergi ke masjid untuk melakukan shalat (tarawih). Pada malam berikutnya, shahabat yang mengikuti shalat semakin bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat para sahhabat telah berkumpul menunggu kedatangan Rasul. Ternyata Beliau malam itu tidak datang ke Masjid. Pagi harinya, Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengetahui apa yang telah kalian lakukan. Tidak ada yang mencegahku untuk hadir ke Masjid selain aku khawatir apabila shalat ini diwajibkan bagi kalian.” Demikian dijelaskan Siti ‘Aisyah dalam riwayat Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud.[1]


Raka’at Tarawih        
Sesuatu yang sudah sejak lama terlaksana dan telah disepakati semua ulama, baik ulama kuno (salaf) maupun khalaf sejak masa khalifah Umar bin Khathâb adalah shalat tarawih yang berjumlah dua puluh rakaat..dan ada satu pendapat lagi yang dilontarkan Imam Malik bahwa sholat tarawih lebih dari dua puluh yaitu tiga puluh enam rakaat, pendapat yang  kedua termasuk pendapat yang kurang kuat.
Dalil yang menjadi dasar pendapat ini (yang pertama) adalah kebijaksanaan Sayyidina Umar mengumpulkan para Sahabat untuk melaksanakan sholat tarawih dua puluh rakaat dengan satu imam. Dan hal ini ternyata tidak ditentang oleh shahabat yang lain bahkan termasuk isteri Nabi sendiri Siti ‘Aisyah. Ini menunjukkan telah terjadi kesepakatan (ijma’) shahabat bahwa rakaat tarawih berjumlah dua puluh. Sebagaimana keterangan dalam hadits-hadits di bawah ini :
عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ t قَالَ كَانُوا َيقُوْمُوْنَ عَلىَ عَهْدِ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ t فيِ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِيْنَ رَكْعَةً ( رواه البيهقي يإسناد صحيح )
Artinya; “Para shahabat melakukan shalat tarâwih di masa Umar ibn al-Khathab ra. di bulan Ramadlan sebanyak dua puluh rakaat”.
عَنْ يَزِيْدَ بْنِ رُوْمَانَ قَالَ كَانَ النَّاسُ يَقُوْمُوْنَ فِي زَمَنِ عُمَرَ t بِثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ رَكْعَةً (رواه مالك في الموطأ)
Artinya;  “Dari Yazid ibn Ruman ia berkata, "Manusia senantiasa menghidupkan malam (shalat tarawih) di masa Umar ra. sebanyak dua puluh rakaat."
Ibn Hammâm, tokoh madzhab Hanafy mengatakan, shalat Tarawih dua puluh adalah sunnah (yang dikerjakan) oleh khulafa’ ar-Rasyidîn.[2]
Persoalan seputar jumlah rakaat termasuk hal-hal yang tidak dapat dinalar (ta’abbudy). Tentunya para shahabat melakukan tarawih dua puluh rakaat berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW. Karena tidak mungkin para shahabat berani membuat ketentuan sendiri dalam masalah jini yang jelas-jelas tidak dapat dinalar (bukan dalam ruang lingkup ijtihad). Dengan demikian, jumlah dua puluh rakaat termasuk ketentuan dari Nabi sendiri.

Tentang Hadits Jâbir
Bila ada yang mengatakan : Mengapa para shahabat melakukan shalat tarawih dua puluh rakaat padahal yang dilakukan Rasulullah adalah delapan rakaat sebagaimana dalam hadits riwayat Jâbir :
عَنْ جَابِرٍt قَالَ: صَلىَّ بِناَ رَسُوْلُ اللهِ r فيِ رَمَضَانَ ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ أَوْتَرَ فَلَمَّا كَانَتْ الْقاَبِلَةُ اِجْتَمَعْناَ فِي اْلمَسْجِدِ وَرَجَوْنَا أَنْ يَخْرُجَ إِليَنْاَ حَتىَّ أَصْبَحْنَا ثُمَّ دَخَلْناَ فَقُلْناَ ياَ رَسُوْلَ اللهِ ...الحديثَ (رواه ابن حبان  وابن خزيمة )
Artinya: “Dari Jabir RA berkata; “Rasulullah shalat(tarawih)  dengan kita pada bulan Ramadlan sebanayak delapan raka’at kemudian dilanjutkan sholat witir. Pada hari selanjutnya kami berkumpul di Masjid dan menunggu kehadiran Rasul sampai subuh (beliau belum datang. Lalu keesokan harinya kami datang menghadap Rasul…………” (HR. Ibn Majah dan Ibn Khuzaimah) 

Memang hadits di atas menjelaskan bahwa Nabi SAW melaksanakan shalat jamaah tarawih dengan para shahabat hanya delapan rakaat. Namun hadits tersebut tidak bisa menjadi dalil bahwa shalat tarawih hanya delapan rakaat karena hadits tersebut menurut para ulama mengandung beberapa kemungkinan :

1.      Kemungkinan Jabir hanya datang pada malam kedua. Terbukti dalam hadits tersebut ia hanya menceritakan kisah dua malam, tidak tiga atau empat sebagaimana dalam hadits yang lain. Demikian menurut az-Zarqâny.
2.      Kemungkinan Jabir terlambat datang ke Masjid dan hanya mendapati delapan rakaat sehingga ia mengisahkan sesuai dengan yang ia ketahui. Meski demikian, bukan berarti Jabir menafikan rakaat tambahan lebih dari delapan. Bahkan seandainya Jabir menafikanpun juga tidak berpengaruh apa-apa karena kemungkinan ia hanya mengisahkan yang ia ketahui sebagaimana sahabat Anas menafikan Nabi mengangkat tangan ketika berdoa di selain shalat istisqa’. Padahal sahabat-sahabat yang lain meriwayatkan bahwa Nabi SAW juga mengangkat tangan dalam doa di selain shalat istisqa’.


[1] Abi al-Fadhl ibn ‘Abdus Syakûr, Kasyf at-Tabârih, ( Surabaya : Maktabah Salim bin Nabhan ), tt., hal.3.
[2] Ibid, hal. 14.


1.      Umpama Jabir tidak terlambat dan benar bahwa Nabi hanya berjamaah delapan rakaat, ini juga tidak dapat digunakan sebagai dalil tarawih hanya delapan rakaat karena ternyata para shahabat menyempurnakan tarawih di rumah masing-masing. Terbukti dari rumah mereka terdengar suara berisik (aziz ad-dabâbir). Padahal sebagaimana dijelaskan di atas, tidak mungkin para shahabat berani menambah sendiri jumlah rakaat shalat kalau mereka tidak mendapat petunjuk dari Rasulullah. Sedang tindakan Rasulullah SAW yang hanya berjamaah delapan rakaat adalah bentuk kasih sayang dan welas asih Beliau kepada shahabat agar tidak terlalu berat.
2.      Kemungkinan lain, Nabi telah melaksanakan dua belas rakaat sebelum beliau berangkat ke Masjid. [1]
Sehingga sebagaimana kaidah fiqh :
وَقاَئِعُ اْلأَحْوَالِ إِذَا تَطَرَّقَ عَلَيْهِ اْلإِحْتِماَلُ كَسَاهَا ثَوْبُ اْلإِجْمَالِ وَسَقَطَ بِهِ اْلإِسْتِدْلاَلُ
Arinya; “Ketentuan (nash) tentang suatu peristiwa apabila mengandung beberapa kemungkinan maka termasuk kategori mujmal (global) dan tidak dapat digunakan sebagai dalil.”.

3.      Maka para ulama tidak memakai hadits ini dalam menentukan rakaat tarawih. Dalil para ulama adalah tindakan Sayyidina Umar ra. Mengikuti Umar berarti mengikuti Rasulullah SAW karena beberapa alasan :
4.      Sayidina Umar telah mendapat julukan dari Nabi sebagai al-Fârûq karena Allah telah memisahkan antara yang haq dan yang batil melalui Umar.
5.       Sayidina Umar adalah orang yang selalu mendapat ilham sehingga tidak mengatakan kecuali perkara yang baik dan benar karena kebeningan mata hatinya sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
إِنَّ اللهَ جَعَلَ اْلحَقَّ عَلىَ لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ (أخرجه الترمذي  وقال حديث حسن صحيح)
Arinya; “Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar” (HR at-Tirmidzi)
لقد كان فيمن قبلكم من الأمم مُحَدَّثُونَ أي مُلْهِمُونَ فإن يكن في أُمتي أحدٌ فإنه عمر (أخرجه البخاري)
Arinya; “Sungguh telah ada di dalam umat sebelum kalian orang-orang yang memiliki dugaan (penglihatan hati) dan firasat yang tepat. Maka jika ada seseorang di dalam umatku maka dia adalah Umar.”  (HR Bukhâri)
ü  Abdullah bin Umar pernah mengatakan,
مَا نَزَلَ بِالنَّاسِ أَمْرٌ قَطُّ فَقَالُوْا فِيْهِ وَقَالَ فِيْهِ ابْنُ اْلخَطَّابُ إِلاَّ نَزَلَ اْلقُرْآنُ عَلىَ نَحْوِ مَا قَالَ عُمَرُ (رواه الترمذي)
Arinya; “Tidak terjadi suatu masalah pada manusia, lalu mereka membincangkan masalah tersebut dan shabat Umar bin al-Khathâb juga mengatakan (berpendapat) kecuali al-Quran turun menerangkan masalah tersebut sesuai apa yang dikatakan Umar”. (HR at-Tirmidzi)

Hal ini terbukti dalam masalah maqâm Ibrâhîm, hijâb, dan tawanan perang Badar. Apabila al-Quran saja turun sesuai dengan pemikiran Sayidina Umar, bagaimana kita kok sampai tidak mengikuti ucapan Beliau ?

ü  Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan sunnah khulafa` rasyidin, khususnya Abu Bakar dan Umar. Nabi bersabda :
وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْراً فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهاَ بِالنَّوَاجِدِ
Arinya; "Dan sesungguhnya barang siapa hidup di antara kalian (setelah zamanku) maka ia akan melihat perselisihan pendapat yang sangat banyak. Maka ikutilah sunnahku dan sunnah khulafâ` ar-râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah dengan sangat erat."
ِاقْتََدُوْا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِيْ أَبيِ بَكْرٍ وَعُمَرَ
Arinya; "Ikutlah kalian semua dengan dua orang setelah wafatku, Abu Bakar dan Umar."

Tentang Hadits ‘Aisyah
Sebagian orang mencoba mengatakan bahwa tarawih tidak berjumlah dua puluh rakaat berdasarkan hadits riwayat ‘Aisyah :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهاَ أَنَّ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُوْلُ اللهِ r قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيْدُ في رَمَضَانَ وَغَيْرِهِِِ عَلىَ إِحْدَى عَشْرَةَ ركعةً (رواه البخاري)
Arinya; “Dari :Aisyah RA, sesungguhnya Abi Salamah ibn Abdirrahman bertanya kepada ‘Aisyah RA: “bagaimana Rasullah shalat (tarawih)? ‘Aisyah menjawab: “Beliau tidak pernah menambah (jumlah raka’at tarawih) pada bulan Ramadlan melebihi sebelas raka’at.” (HR, Bukhari) 

Menurut hadits tersebut, berarti shalat Nabi tidak lebih dari sebelas rakaat.
Perlu diketahui, hadits tersebut ternyata tidak dapat digunakan sebagai dalil menolak tarawih dua puluh rakaat karena alasan-alasan di bawah ini :
ü  Hadits tersebut selengkapnya berbunyi :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهاَ أَنَّ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُوْلُ اللهِ r قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيْدُ في رَمَضَانَ وَغَيْرِهِِِ عَلىَ إِحْدَى عَشْرَةَ ركعةً  يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُوْلِهِنَّ ثُمَّ  يُصَليِّ أَرْبَعاً فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُوْلِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثاً قَالَتْ عَائِشَةُ t فَقُلْتُ ياَ رَسُوْلَ اللهِ أَتَنَامُ، قَبْلَ أَنْ تُوْتِرَ ؟ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَناَمَانِ وَلاَ يَنَامُ قَلْبِي (رواه البخاري)
Arinya;"Dari ‘Aisyah ra. Sesungguhnya Abi Salamah bin Abdirrahman bertanya kepadanya,”Bagaimana shalat Rasulullah SAW?” Ia menjawab,” Rasulullah SAW tidak pernah menambahi, baik di bulan Ramadlan maupun selain bulan ramadlan, dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya. Kemudian Beliau SAW shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian Beliau SAW shalat tiga rakaat. Aisyah kemudian bertanya,“Ya Rasulallah, Apakah Anda tidur sebelum shalat witir ?Beliau menjawab,“ Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur.” (HR Bukhâri, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, Malik)”.

Jadi apabila kita baca hadits di atas secara utuh, maka konteks hadits tersebut adalah membicarakan shalat witir, bukan shalat tarawih, karena di akhir hadits itu, Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang shalat witir.

Ada dalil-dalil yang memperkuat bahwa hadits tersebut memang untuk shalat witir diantaranya :
1.      Keterangan yang terdapat dalam hadits Bukhâri :
عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهاَ أَخبَرَتْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ r يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً كَانَتْ تِلْكَ صَلاَتَهُ يَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا َيقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِيْنَ أَيَةً قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ اْلفَجْرِ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلىَ شِقِّهِ اْلأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ اْلمُنَادِيْ لِلصَّلاَةِ (رواه البخاري)
2.      Frase (rangkaian kata)  ما كان يزيد في رمضان وغيرهmenunjukkan bahwa yang Beliau SAW lakukan adalah shalat witir karena shalat tarawih tidak dikerjakan di selain bulan Ramadlan.
3.       Keterangan yang terdapat dalam hadits riwayat Imam Malik :
عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِي r أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ r يُصَلِّي مِنَ الَّليْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوْتِرَ مِنْهاَ بِوَاحِدَةٍ فَإِذَا فَرَغَ اضْطَجَعَ عَلىَ شِقِّهِ اْلأَيْمَنِ (رواه مالك وأبو داود)
Arinya; “Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah RA isteri Nabi SAW bahwa Rasulullah SAW sholat pada malam (Ramadlan) sebanyak sebelas raka;at dan satu raka’at dari sebelas rakaat tersebut adalah witir. Kemudian setelah beliau selesai beliau tidur miring pada bagian tubuhnya sebelah kanan” (HR, Malik dan Abu Dawud)

ü  Hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah adalah shalat Nabi yang ia saksikan. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwasanya Nabi SAW melakukan shalat tarawih melebihi sebelas rakaat. Karena ‘Aisyah adalah salah satu dari istri-istri Nabi, dan Nabi tidak selalu tidur di rumah ‘Aisyah setiap malam sehingga bisa memastikan dan memantapkan hukum.
Dan dalam hadits tersebut, ‘Aisyah hanya mengkabarkan shalat Nabi yang Beliau saksikan. Hal ini tak ubahnya hadits riwayat ‘Aisyah juga bahwa Beliau tidak pernah melihat Nabi melakukan shalat Dluhâ sebagaimana dalam Shahîh Muslim.  Padahal telah jelas dalam hadits-hadits lain bahwa Nabi SAW selalu melakukan shalat Dluhâ, sehingga Beliau menganjurkan shahabat Abi Hurairah untuk untuk tidak meninggalkannya. Maka apakah kita akan mengingkari shalat sunnah Dluhâ yang pernah dilakukan oleh Nabi SAW hanya karena ‘Aisyah ra. tidak pernah melihat Nabi melakukannya. Begitu pula dalam masalah tarawih.
Dalam perkataan beliau Rasulullah SAW tidak pernah melakukan shalat malam melebihi sebelas rakaat, baik di bulan Ramadlan atau lainnya. Karena dalam hadits tersebut ‘Aisyah ra. hanya menceritakan pada kita apa yang Beliau saksikan. Padahal Imam Ahmad pernah meriwayatkan dari Sayyidina ‘Ali :
كاَنَ رَسُوْلُ اللهِ r يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ سِتَّ عَشْرَةَ رَكْعَةً سِوَى اْلمَكْـتُوْبَةِ
Arinya;"Rasulullah shalat malam enam belas rakaat selain shalat yang telah diwajibkan.[2]"

Qunut Sholat Witir Pada Separuh Akhir Bulan Ramadlan
                Landasan qunut sholat witir pada separuh akhir bulan Ramadlan adalah qaul atsar (pendapat Sahabat Nabi SAW), yang melontarkannya  ialah Umar ibn Khatthab RA. Sebagaimana penjelasan diatas bahwa perkataan salah satu sahabat ketika tidak ada satupun yang mengingkarinya bisa dijadikan sebuah landasan atas sebuah hukum. Qaul atsar tersebut sebagai berikut;
أَنَّ عُمَرَبْنَ اْلخَطَّابِ جَمَعَ النَّاسَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَكَانَ يُصَلِّي لَهُمْ عِشْرِيْنَ لَيْلَةً وَلاَ يَقْنُتُ إِلاَّ فِي النِّصْفِ الْباَقِيْ مِنْ رَمَضَانَ (رواه أبو داوود) نيل الأوطار، الجزءالثاني، ص53
Artinys; “Bahwasannya Umar ibn Khatthab RA mengu,mpulkan para orang-orang untuk berjama’ah dengan Ubay ibn Ka’ab sebagai Imam. Dan Ubay ibn Ka’ab sholat bersama mereka selama duapuluh malam, ia tidak membaca doa qunut kecuali pada separuh akhir dari bulan Ramadlan”
أَنَّ ابْنَ عُمَرَ لاَ يَقْنُتُ فِي الصُّبْحِ وَلاَ فِي اْلوِتْرِ إِلاَّ فِي النِّصْفِ اْلأَخِرِ مِنْْْْْ رَمَضَانَ (رواه محمد بن نصر) نيل الأوطار الجزء الثاني، ص 52
Pernik Bacaan Taradli
Mendoakan seesorang yang mulia dianjurkan dalam Islam. Tujuannya adalah agar kita mendapat aliran barakahnya. Seperti halnya kita dianjurkan membaca shalawat kepada para nabi dan mendoakan para shahabat Nabi SAW. Ini disebabkan Nabi Muhammad SAW dan para shahabatnya adalah orang-orang pilihan Tuhan yang memiliki keutamaan.
Membaca taradli kepada para shahabat berarti kita mengikuti apa yang dicontohkan oleh Allah melalui firman-Nya :
وَالسَّابِقُوْنَ اْلأَوَّلُوْنَ مِنَ اْلمُهَاجِرِيْنَ وَاْلأَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ.. الأية (التوبة  100 )
Artinys; "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah (QS at-Taubah:100).

Membaca Taradli di Sela Shalat Tarawih
Membaca taradli di sela shalat tarawih sebenarnya tidak dikenal di masa awal Islam. Yang terjadi di Makkah, orang-orang melakukan thawaf mengelilingi ka'bah setiap habis empat rakaat. Namun dengan pendekatan konsep bid'ah dapat disimpulkan bahwa membaca taradli di sela shalat tarawih diperbolehkan agama karena termasuk melaksanakan dua perintah Allah :
Membaca taradli sebagaimana dicontohkan Allah dalam surat at-Taubah ayat 100 di atas.
Memisah di antara beberapa shalat sunnah. Hal ini berarti melaksanakan perintah Rasulullah SAW sebagaimana dalam hadits :
َعَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ t أَنَّ مُعَاوِيَةَ رضي الله عنه قَالَ لَهُ إذَا صَلَّيْت الْجُمُعَةَ فَلاَ تَصِلْهَا بِصَلاَةٍ حَتَّى تَتَكَلَّمَ أَوْ تَخْرُجَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ r أَمَرَنَا بِذَلِكَ أَنْ لاَ نَصِلَ صَلاَةً بِصَلاَةٍ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Arinya;"Dari Sâ`ib bin Yazîd sesungguhnya Muawiyah ra. berkata kepadanya,”Apabila kamu shalat Jum’at maka janganlah kamu menyambungnya dengan shalat yang lain sehingga engkau berbicara atau keluar, karena Rasulullah SAW memerintahkan kami dengan hal tersebut; agar jangan menyambung shalat dengan shalat yang lain sehingga berbicara atau keluarز" (HR Muslim).
Sebagaimana yang sudah dimaklumi, dua perintah di atas berbentuk umum, tidak ada ketentuan khusus kapan harus membaca taradli dan bagaimana ucapan apa yang harus di baca dalam memisah di antara dua shalat. Ini menunjukkan, membaca taradli dapat dilakukan kapan saja selama tidak ada ketentuan khusus. Begitu pula, memisah di antara dua shalat dapat dilakukan dengan bacaan apa saja. Dengan demikian membaca taradli di sela shalat tarawih diperbolehkan dan bahkan bisa mendapatkan pahala karena mengikuti dua perintah di atas asalkan tidak meyakini membaca taradli adalah satu-satunya cara dalam memisah di antara rangkaian shalat Tarawih. Sayyid Muhammad 'Alawy al-Maliki mengatakan, "Sesuatu yang tersusun dari hal-hal yang disyariatkan berari juga disyariatkan. "
“Wallahu A’lam bi as Ahowwab
-- Download --

[1] Ibid, hal.10-11, Sulaiman ibn Muhammad al-Bujairimy, Hâsyiyah al-Bujairimy ‘alâ al-Khathîb, ( Beirut : Dâr al-Fikr), vol. ke-1, hal.422., KH. Ali Makshum, Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah. Abdul mid as-Syarwany, syiyah as-Syarwani Ala Tuhfah al-Muhtâj, vol. II, hal. 286
[2] ‘Ali as-Shâbûny, Dalil-Dalil Shalat Tarawih Dua Puluh Rakaat, terjemah dari Al-Hadyu an-Nabawy as-Shahîh fî Shalât at-Tarâwîh oleh Ali al-Ibadi Thoha dan Sholihuddin Shofwan, (Jombang : Darul Hikmah), hal.63-65

Sumber: Lembaga Ittihadul Mubalighin PP.Lirboyo

Senin, 16 Januari 2012

TV Online

























Minggu, 15 Januari 2012

Selamat Jalan KH.Imam Yahya Mahrus


Segenap Komunitas Infijar 2007. (Purna siswa PP.Lirboyo 2007) mengucapkan belasungkawa yang sedalamnya atas wafatnya KH. Imam Yahya Mahrus pengasuh Pondok Pesantren HM. Al Mahrusiyyah, Lirboyo, Sabtu (14/1) malam.

Kediri - Puluhan ribu santri mengiringi pemakaman jenazah KH Imam Yahya Mahrus (62), Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Minggu (15/1/2012). Sebelum dimakamkan, jenazah disalati oleh santri hingga 30 kloter di Masjid Ponpes Lirboyo.

KH. Imam Yahya Mahrus Putra ke 6 KH.Mahrus Ali dari 14 bersaudara beliau salah satu pengasuh PP.Lirboyo dan pengasuh PP.HM. Al Mahrusiyyah Lirboyo yang juga merupakan REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI KEDIRI.  Beliau adalah tokoh Lirboyo yang humanis yang senantiasa dalam memberikan Mauidho hasanah tidak luput dari jok-jok yang membuat bibir para santri tidak bisa menahan senyuman, beliau adalah guru besar kami yang senatiasa akan kami Rindukan sepanjang masa. Selamat Jalan Mbah Yai Imam semoga Allah SWT menempatkan di tempat yang tinggi di sisi-Nya Allahumma Amin. dan harapan kami semoga di akhirat nanti kami di pertemukan bersama belia dan parah Tokoh-tokoh Lirboyo yang lain amin....


Gus Imam panggilan akrab almarhum menderita paru-paru basah, diabetes dan tumor paru. Meninggal dunia di Graha Amerta RSU Dr Soetomo Surabaya, Sabtu (14/1/2012) pukul 20.08 WIB.


Suasana mengharukan mewarnai prosesi pemakaman jenazah almarhum. Iring-iringan kalimah tahlil puluhan ribu santri menggema mengantar kepergian KH Imam Yahya Mahrus untuk selama-lamanya. Duka mendalam dialami keluarga korban, hingga anak-anak dari almarhum Gus Imam tak kuasa menahan tangis saat jenazah dikebumikan ke liang kubur.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengaku keluarga Besar NU sangat
kehilangan sosok tokoh penting dalam perjuangan NU. Karena Gus Imam sebagai pengasuh Ponpes Lirboyo memiliki andil besar membesarkan NU.

"Perannya terhadap NU tidak hanya di wilayah Kediri dan sekitarnya, namun secara luas di seluruh Indonesia. Contoh nyata adalah dengan mencerdaskan ribuan santri yang selanjutnya ikut membesarkan dan menguatkan NU tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri," kata Said Aqil Siroj usai mengikuti sholat jenazah di rumah duka, Minggu (15/1/2012).

Kang Said mengaku telah mengintruksikan Nahdliyin se Indonesia memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dengan cara melakukan shalat ghoib di masing-masing wilayah.

Sementara itu, jenazah almarhum dimakamkan tidak di area Ponpes Lirboyo, namun di lahan milik almarhum di kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Hal itu sesuai wasiat almarhum KH Imam Yahya Mahrus, dimana kelak lahan itu agar dijadikan ponpes cabang Lirboyo.
============================================================

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Suatu peristiwa yang tak terlupakan bagi saudara-saudarasekalian para murid-murid kelas III 'Aliyah yang telah menamatkan atau menyelesaikan stidynya, merupakan peristiwa tersendiri sauatu kenanganyang tak terlupakan sepanjang masa merupakan suatu kenangan yang yang tak terlupakan, kenangan semasa belajar dengan para Asatidz, Masyayih dan dengan Ikhwan-Ikhwan sejawat, oleh itu kenangan ini untuk tetap diingat dan dihayati agar tidak melupakan peristiwa-peristiwayang lalu, yang sebagai pemicu dan pendorong untuk tetap berpegang teguh dengan hak-hak kepribadian kemanusiaan yang merupakan satu saudara satu perjuangan, dan satu agama, tentu harus didasari dengan rasa Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Islamiyahyang mendalam, agar keterkaitan ini merupakan ikatan batin yang takkan terputus-putus. Untuk itu didalam meniti hidup dengan kehidupan tetap berpegang teguh dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Asatidz, para kiai-kiai (Masyayikh) sebagai senjata dalam perjuangan. 
Pepatah mengatakan : 
"Dimana ada kemauan disitu ada Jalan".

Saya sependapat dengan pandangan dan anjuran sebagian 'Ulama, menganjurkan para santri-santri salaf untuk tetap berpegang teguh dan mendalami ilmu-ilmu salaf  yang ada, disamping itu mempelajari ilmu-ilmu umum sebagai pendamping dan penjelasan ilmu-ilmu agama yang ada, atau lebih lanjut untuk meniti karir kejenjang yang lebih tinggi, baik itu belajar formal atau non formal. Seperti contoh santri Tamatan Salafiyah yang telah menamatkan Madrasah Aliyah Lirboyo Kediri, kemudian melanjutkan studynya sehingga menjadi sarjana, menjadi dokter, menjadi pejabat dengan demikian kehidupannya tetap diwarnai dan didasari oleh ilmu-ilmu agama. Mudah-mudahan ilmu-ilmu yang didapat di Pondok Pesantren Lirboyo mendapatkan ilmu yang Manfa'at, Maslahat Fiddini Waddunya Wal Akhirot.
Motto:  
"Kebena itu di atas segala kekuatan apapun, akan tetapi terkadang kekuatan itu mengalahkan kebenaran".
Di dalam meniti hidup dalam kehidupan, tak lepas dari bentuk kendala yang bermacam-macam, liku-liku hidup dalam perjuangan memerlukan perhitungan dan pertimbangan-pertimbangan, situasi dan kondisi harus diikuti dengan seksama agar selamat dari ancaman-ancaman atau benturan-benturan, oleh itu pepatah mengatakan :
"Salaurkan segala perkara itu menurut arah masing-masing"

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Lirboyo 24 Maret 2007

PETA MAQOM BELIAU

Kamis, 12 Januari 2012

Software Kitab Kuning Gratis Download

Apakah anda ingin memiliki Kitab Tafsir Thobary, Kitab Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Kutub Tis'ah dan kitab-kitab induk yang lain ??? Jika iya, apakah anda punya cukup dana untuk membelinya ??? Padahal anda sangat membutuhkannya, tapi apa daya ekonomi tidak mendukung.

Di zaman dahulu sulit mendapatkan kitab, karena belum banyak percetakan tersebar, disamping alat tulis juga sulit didapat dan mahal, namun di zaman modern ini kita sangat mudah mendapatkannya, apalagi sekarang sudah ada model kitab di komputer, dengan software gratispun kita bisa mendapatkannya dengan mudah, bagaimana caranya ??? Kita bisa download di berbagai situs yang menyediakan kitab gratis, diantaranya :
1. http://www.shamela.ws
2. http://www.almeshkat.com/books/

2. http://www.almaktba.com
3.
http://saaid.net/book/index.php
Juga bisa dicari di www.sultan.org/a cari kitab gratis disana dengan bahasa arab tentunya.


Dan kini telah hadir solusi tepat bagi Perpustakaan Pribadi anda, Kumpulan Kitab-kitab induk berbahasa arab Maktabah Syamilah atau Maktabah Shamela.

Maktabah Shamela adalah program komputer yang memuat ribuan kitab-kitab induk seperti Kitab Tafsir Ibnu Katsir, trafsir Thobary, Qurtuby, Kitab Hadits seperti : Shohih Bukhori, Shohih Muslim dll.

Kumpulan kitab yang sangat berguna sekali bagi para santri dan penuntut ilmu bahkan bagi para Ustadz atau Kyai dan pengelola pondok pesantren


Daftar Bidang Ilmu dan Jumlah Kitab di Dalamnya Software ini memuat berbagai kitab dalam berbagai bidang
  1. Di bidang tafsir (52 kitab) meliputi Tafsir Thabari, Ibnu Katsir, Al-Baghawi, Al-Alusi, Al-Bahr, Fathul Qadir, Ad-Durrul Mantsur, Jalalain, Al-Khazin, Az-Zamakhsyari, Ibnu Abdis Salam, Sayyid Thanthawi, Adh-Dhilal, Al-Qusyairi, dll.
  2. Dalam bidang Ulumul Qur'an (43 kitab), meliputi I'rabul Qur'an, Asbabu Nuzulil Qur'an, Al-Itqan, Misykatul anwar, Fadlailul Qur'an, Majazul Qur'an, Lubabun Nuzul, At-Tibyan, Asbabun Nuzul, Ahkamul Qur'an lisy Sayfi'iy, Ahkamul Qur'an li Ibni Arabiy, dll
  3. Dalam bidang Fiqih, kitab di lingkungan 4 madzhab diletakkan terpisah. Untuk Madzhab Imam Syafi'y, 19 kitab yang tersedia adalah Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiah Qalyubi wa Umairah, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Hasyiah Bujairimi alal Khatib, Hasyiah Bujairimi alal Minhaj, dll.
  4. Dalam madzhab Imam Maliki (14 kitab), Asy-Syarhul Kabir, Bidayatul Mujtahid, Mukhtashar Khalil, At-Taju wal Iklil, Mawahibul Jalil, Hasyiyah Ad-Dasuqi alasy Syarhil Kabir, dll. Dalam Madzhab Imam Hanafi terdapat 17 kitab, dan Madzhab Imam Maliki terdapat 14 kitab.
  5. Dalam bidang Tasawuf, / Akhlak terdapat Ihya Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar, dll
  6. Klasifikasi umum memuat kitab Tafsirul Ahlam, Ta'tirul Anam fi Tafsiril Ahlam, Mausu'ah Tafsiril Ahlam, Mafahimul Islamiyyah, Al-Jam'iyyatul Khairiyyah li Tahfidhil Qur'anil Karim, Jam'ul Qur'anil Karim fi 'Ahdi Khulafair Rasyidin, dll.
  7. Ushul Fiqh, Mushtalah Hadits, dan berbagai bidang lainnya hingga 29 kelompok dengan total 1800 kitab.

Semua kitab tersebut sudah lengkap dimuat dalam software ini, oleh karena itu ukurannya sangat besar, Hard Disk yang dibutuhkan minimal 4 Giga Byte.
Ini adalah versi 2.06 dengan 1800 kitab seperti yang ada dalam situs dibawah ini dan bisa didownload dengan gratis.
Anda bisa download silahkan download di : http://www.almeshkat.com/
silahkan download gratis atau di alamat : http://www.islamway.com/ GRATIS JUGA.
Ini untuk versi yang 2.06 dengan 1800 kitab lebih. Kapasitasnya 789 MB sekitar satu keping VCD lebih sedikit, file ini di zip dan setelah di extrak akan menjadi 3,2 GB dan memerlukan ruang hard disk kosong minimal 4 GB.

Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :


Download Kitab Arab Gratis
Setelah meneliti banyaknya netter yang berkunjung ke web kami, ternyata mereka mencari kitab-kitab yang bisa di download secara gratis perkitab, maka kami berusaha membuat list atau daftar kitab yang bisa di download dari situs aslinya, kami hanya membantu menunjukkan linknya, semoga bermanfaat.
Perlu diketahui bahwa untuk membuka setiap kitab perlu adanya program maktabah syamilah, bila anda sudah punya maka bisa langsung dibuka dengan syamilah viewer, tapi bila belum anda bisa download Versi 2.11 disini klik Program Maktabah Syamilah Ukuran filenya 17 MB.(Butuh Waktu lumayan lama, lebih baik download dengan software DAP atau program mempercepat download yang lain). Apabila anda kesulitan mendownload silahkan pesan langsung ke email : bukuislamy@gmail.com
Berikut ini daftar hiperlink yang selama ini dicari para netter
Download Kitab Arab Gratis
Daftar Kitab-Kitab Arab Gratis
Kitab Tafsir
Download
Tafsir Ibnu Katsir Muhaqqoq
Tafsir Qurtuby Muhaqqoq
Tafsir Thobary Muhaqqoq
Tafsir Jalalain
Tafsir Baidhowi
Tafsir Al Munir Dr. Wahbah Al Zuhaili : DOWNLOAD DISINI
Ingat untuk membuka file ini anda harus mempunyai program shamela viewer atau Program Maktabah Syamilah.
Sebagian kitab masih dalam update.
Kitab Hadits
Kitab Hadits
Download
Al Muwatho’
Shohih Bukhori
Shohih Muslim
Al Mustadrok
Sunan Abu Daud
Sunan Nasa’i
Sunan Tirmidzy
Sunan Daruquthny
Musnad Ahmad
Musnad Syafi’i
Musonaf Abdur Rozaq
Sunan Ibnu Majah

Kitab Fiqih Hanafi
Kitab Fiqih Hanafi
كتب الفقه الحنفي
Download
Kitab Atsar Imam Abu Yusuf
كتاب الآثار
Al Mabsuth
المبسوط
Fathul Qodir Ibnu Hammam
فتح القدير
Badai’ Shonai’
بدائع الصنائع
Kitab Fiqih Maliki
Kitab Fiqih Maliki
كتب الفقه المالكي
Download
Hasyiyah Dasyuqi Ala Al Syarh Al Kabir
حاشية الدسوقي الشرح الكبير للشيخ الدردير
Irsyadu Salik Fiqih Imam Malik
إرشاد السالك
فقه الإمام مالك
Bidayah Mujtahid
بداية المجتهد
Al Mudawwanah
المدونة الكبرى
Al Kafi Fi Fiqh Ahli Madinah
الكافي في فقه أهل المدينة
Kitab Fiqih Syafi’i
Kitab Fiqih Maliki
كتب الفقه الشافعي
Download
Al Umm
الأم
Rodhotul Tholibin
روضة الطالبين وعمدة المفتين
Al Majmu
المجموع
Fathul Mu’in
فتح المعين
Kifayatul Akhyar
كفاية الأخيار
Fathul Wahhab
فتح الوهاب
Mukhtashor Muzani
مختصر المزني

Untuk membuka file kitab dibawah ini tidak perlu program maktabah shamela, karena filenya berbentuk CHM sebagian berbentuk EXE yang bisa langsung anda pake atau diklik dua kali saja.
Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :
Kumpulan Kitab-Kitab
(Kompilasi)
Al Quranul Karim Lengkap Dgn Tafsirnya Ibnu Katsir, Thobari, Qurtubi
Kutubu Tis’ah Kumpulan Hadits
Semua ada disini 9 kitab hadits File CHM 54 MB.
Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah
Majmu’ Fatawa 2 Imam ( As Syeikh Bin Bazz & As Syeikh Usaimin )
Kutubus Sunnah ( Kumpulan Kitab-Kitab Sunnah Dalam Aqidah )
Fatawa As Syeikh Sholeh Al Fauzan
Mausu'ah Usulul Fiqh ( Kumpulan Usul Fiqih )
Maktabah As Syeikh Abdur Rahman As Sa'dhiy
Kumpulan Kutubut Tauhid
Kumpulan Kitab Ibnu Qayyim
Kumpulan Kitab Ibnu Taimiyyah
Maktabah As Syeikh Muhammad Amien As Syanqithiy
Maktabah As Syeikh Muhammad Aman Aljami
Kutubu Tis’ah Kumpulan Hadits
File Exe lebih kecil 28 MB
Apabila anda kesulitan mendownload silahkan pesan langsung ke email : bukuislamy@gmail.com



Kitab-kitab diatas semuanya berbahasa arab, untuk download ebook berbahasa Indonesia dibawah ini link-linknya, silahkan didownload
kemudian jangan lupa meninggalkan pesan di buku tamu atau di komentar anda di sebelah samping. Barokallohu fiikum.
DONWLOAD KITAB BERBAHASA INDONESIA
DONWLOAD KITAB BERBAHASA INDONESIA
01. Alqur'an Dan Terjemahan
02. Al-Qur’an Di Hati Seorang Muslim
03. Hukum Memperingati Maulid Nabi
04. Keutamaan 10 Hari Dzul Hijjah
05. Dzikir Setelah Shalat
06. Rukun Iman
07.Mengenal Islam
08. Amalan-Amalan dibulan Ramadhan
09.Soal Jawab Aqidah
10.Diinul-Haq
11.Surat Untuk Anda
12.Shufi Dalam Pandangan Islam
13. Keutamaan Shalawat Untuk Nabi
14. Hak-Hak Yang Sesuai Dengan Fitrah Dan Dikuatkan Oleh Syariat
15. Maaf... Dilarang Merokok
16. Hakikat Tasawuf
17. Waspada Terhadap Bid'ah
18. Pintu-Pintu Pahala Dan Penghapus Dosa
19.Pertahanan Yang Semu
20. FATWA-FATWA PENTING TENTANG SHALAT
21. Hijab
22.Tolonglah Aku!
23.Kitab Tauhid
24. Kewajiban Berpegang Teguh Terhadap Sunnah
25. Wala' dan Baro' dalam Islam
Sumber : http://www.islamhouse.com
Mengenal
AL-MAKTABAH AL-SYAMILAH
PERPUSTAKAAN KITAB BAHASA ARAB DIGITAL
VERSI 2.06 Dengan 1800 kitab 29 Bidang Ilmu Keilmuan
VERSI 2.09 Dengan 2500 kitab 48 Bidang Ilmu Keilmuan
Kitab digital dalam bentuk software ini bernama Al-Maktabah Al-Syamilah, Al-Isdhar 2.06 (Pustaka Lengkap, Versi 2.06) dan terdiri atas 1800 (dua ribu lima ratus) kitab yang dikelompokkan dalam 29 bidang keilmuan, Versi 2.09 Dengan 2500 kitab 48 Bidang Ilmu Keilmuan, setiap waktu makin bertambah dan bertambah banyak, kitab berupa program komputer ini sangat praktis karena tidak membutuhkan ruang besar untuk menampung ribuan kitab yang masing-masing bisa jadi terdiri atas puluhan juz. Kitab dalam bentuk seperti ini juga tidak membutuhkan perawatan yang berarti.
Terdapat beberapa macam program yang ada pada kami Versi 2.06 kemudian tahap penyempurnaan di Versi 2.09 dan terakhir sampai hari ini (Mei 2007) Versi 2.11. Setiap Versi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
1- Di Versi 2.06 ketika kita menuliskan kitab di tampilan kitab seluruhnya sebagian hurufnya saja maka akan tampil perkiraan komputer dari buku yang kita maksud, namun hal ini macet di Versi 2.09.
2- Kecepatan pencarian di Versi 2.09 telah meningkat tajam, namun di Versi 2.11 justru biasa saja.
3- Untuk isi kitab berikut jumlahnya tergantung kita, ada yang memasukkan 2000 kitab di Versi 2.06, di Versi 2.09 ada yang terisi 2500 kitab dengan kapasitas 6.6 GB ada juga yang terisi sampai 12 GB (setidaknya penulis mendengar hal itu), maka Versi 2.11 akan lebih banyak lagi bila kita menghendakinya, bahkan kita bisa memasukkan kitab berbahasa Indonesia dengan fasilitas import buku di program ini atau menghapus kitab yang kita anggap tidak kita pakai atau kurang bermanfaat bagi kita.
Maka panduan yang kami tulis ini adalah gabungan dari beberapa Versi yang ada dengan modifikasi yang kami anggap bermanfaat, kalaulah ada keterangan yang terlewatkan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kesmpurnaan hanyalah milik Allah subhanahu wa ta'aala.
Melihat betapa besar manfaat software ini, "Pustaka Ridwana" tergerak untuk ikut menyebarkannya ke pesantren, lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan seluruh individu muslim. Dalam buku petunjuk penggunaan Al-Maktabah Al-Syamilah ini kami sertakan secara gratis sebagai bonus buku ini, semoga setiap muslim yang belum bisa memakai Al-Maktabah Al-Syamilah ini bisa mendapat banyak manfaat dan bisa memanfaatkannya dengan maksimal dengan adanya buku panduan ini.
Diharapkan dengan adanya buku panduan ini bisa mendorong para penuntut ilmu, ustadz, ulama dan kiai agar lebih berbobot dalam mendidik santri, dan bisa mempertanggung jawabkan ilmunya di hadapan Yang Maha Kuasa.
Al-Maktabah Al-Syamilah
· Tujuan dari perpustakaan lengkap ini bukan hanya mengumpulkan buku-buku gratis dari situs-situs internet dalam satu buah perpustakaan digital, namun yang lebih penting adalah dimungkinkannya penambahan dan pengaturan agar menjadi perpustakaan pribadi bagi para penuntut ilmu.
· Perpustakaan ini gratis alias cuma-cuma dan bisa di download langsung secara gratis dari situs resminya : http://www.shamela.ws
· Tidak boleh memanfaatkannya untuk menyebarkan manhaj yang menyelisihi manhaj ahlus sunnah wal jama'ah.
Contoh Versi 2.09 dengan 2500 kitab 48 bidang ilmu
Tujuannya :
Mencari kitab yang ada di Al-Maktabah Al-Syamilah ini dan memanfaatkan fungsi dari setiap kitab yang ada fasilitasnya dengan klik kanan, seperti : membuka kitab, mengatur kitab, pencarian dll..
Caranya :
· Dari menu file klik pilihan kitab [ikhtiyar kitab]
· Klik di asal tampilan utama (hal ini bisa diganti dari jendela option bila anda ingin menggantinya).
Keterangan tombol :
Ada dua cara mencari kitab :
  1. Sesuai bidang kelompok [Majmu'at]
  2. Sesuai abjad arab [Abjadiyan]

Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :
Forum Maktabah Syamilah Klik disini
Sumber: http://kitab-kuning.blogspot.com/2007/02/software-kitab-kuning-baru-gratis.html

Pilih Warna Kesukaan Anda

Lirboyo Kaifa Hal

Ikuti Ane Dong