3 TOKOH LIRBOYO

Belahan Jiwa tempat kami mengadu, harapan selalu pengakuanmu kami sebagai santrimu, tanpa itu kami tiada arti di dunia dan di akhirat nanti.

3 ALIYAH KELAS A-1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALIYAH KELAS A-1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALIYAH KELAS A2

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

3 ALLIYAH KELAS A3

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 12 Januari 2012

Software Kitab Kuning Gratis Download

Apakah anda ingin memiliki Kitab Tafsir Thobary, Kitab Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Kutub Tis'ah dan kitab-kitab induk yang lain ??? Jika iya, apakah anda punya cukup dana untuk membelinya ??? Padahal anda sangat membutuhkannya, tapi apa daya ekonomi tidak mendukung.

Di zaman dahulu sulit mendapatkan kitab, karena belum banyak percetakan tersebar, disamping alat tulis juga sulit didapat dan mahal, namun di zaman modern ini kita sangat mudah mendapatkannya, apalagi sekarang sudah ada model kitab di komputer, dengan software gratispun kita bisa mendapatkannya dengan mudah, bagaimana caranya ??? Kita bisa download di berbagai situs yang menyediakan kitab gratis, diantaranya :
1. http://www.shamela.ws
2. http://www.almeshkat.com/books/

2. http://www.almaktba.com
3.
http://saaid.net/book/index.php
Juga bisa dicari di www.sultan.org/a cari kitab gratis disana dengan bahasa arab tentunya.


Dan kini telah hadir solusi tepat bagi Perpustakaan Pribadi anda, Kumpulan Kitab-kitab induk berbahasa arab Maktabah Syamilah atau Maktabah Shamela.

Maktabah Shamela adalah program komputer yang memuat ribuan kitab-kitab induk seperti Kitab Tafsir Ibnu Katsir, trafsir Thobary, Qurtuby, Kitab Hadits seperti : Shohih Bukhori, Shohih Muslim dll.

Kumpulan kitab yang sangat berguna sekali bagi para santri dan penuntut ilmu bahkan bagi para Ustadz atau Kyai dan pengelola pondok pesantren


Daftar Bidang Ilmu dan Jumlah Kitab di Dalamnya Software ini memuat berbagai kitab dalam berbagai bidang
  1. Di bidang tafsir (52 kitab) meliputi Tafsir Thabari, Ibnu Katsir, Al-Baghawi, Al-Alusi, Al-Bahr, Fathul Qadir, Ad-Durrul Mantsur, Jalalain, Al-Khazin, Az-Zamakhsyari, Ibnu Abdis Salam, Sayyid Thanthawi, Adh-Dhilal, Al-Qusyairi, dll.
  2. Dalam bidang Ulumul Qur'an (43 kitab), meliputi I'rabul Qur'an, Asbabu Nuzulil Qur'an, Al-Itqan, Misykatul anwar, Fadlailul Qur'an, Majazul Qur'an, Lubabun Nuzul, At-Tibyan, Asbabun Nuzul, Ahkamul Qur'an lisy Sayfi'iy, Ahkamul Qur'an li Ibni Arabiy, dll
  3. Dalam bidang Fiqih, kitab di lingkungan 4 madzhab diletakkan terpisah. Untuk Madzhab Imam Syafi'y, 19 kitab yang tersedia adalah Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiah Qalyubi wa Umairah, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Hasyiah Bujairimi alal Khatib, Hasyiah Bujairimi alal Minhaj, dll.
  4. Dalam madzhab Imam Maliki (14 kitab), Asy-Syarhul Kabir, Bidayatul Mujtahid, Mukhtashar Khalil, At-Taju wal Iklil, Mawahibul Jalil, Hasyiyah Ad-Dasuqi alasy Syarhil Kabir, dll. Dalam Madzhab Imam Hanafi terdapat 17 kitab, dan Madzhab Imam Maliki terdapat 14 kitab.
  5. Dalam bidang Tasawuf, / Akhlak terdapat Ihya Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar, dll
  6. Klasifikasi umum memuat kitab Tafsirul Ahlam, Ta'tirul Anam fi Tafsiril Ahlam, Mausu'ah Tafsiril Ahlam, Mafahimul Islamiyyah, Al-Jam'iyyatul Khairiyyah li Tahfidhil Qur'anil Karim, Jam'ul Qur'anil Karim fi 'Ahdi Khulafair Rasyidin, dll.
  7. Ushul Fiqh, Mushtalah Hadits, dan berbagai bidang lainnya hingga 29 kelompok dengan total 1800 kitab.

Semua kitab tersebut sudah lengkap dimuat dalam software ini, oleh karena itu ukurannya sangat besar, Hard Disk yang dibutuhkan minimal 4 Giga Byte.
Ini adalah versi 2.06 dengan 1800 kitab seperti yang ada dalam situs dibawah ini dan bisa didownload dengan gratis.
Anda bisa download silahkan download di : http://www.almeshkat.com/
silahkan download gratis atau di alamat : http://www.islamway.com/ GRATIS JUGA.
Ini untuk versi yang 2.06 dengan 1800 kitab lebih. Kapasitasnya 789 MB sekitar satu keping VCD lebih sedikit, file ini di zip dan setelah di extrak akan menjadi 3,2 GB dan memerlukan ruang hard disk kosong minimal 4 GB.

Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :


Download Kitab Arab Gratis
Setelah meneliti banyaknya netter yang berkunjung ke web kami, ternyata mereka mencari kitab-kitab yang bisa di download secara gratis perkitab, maka kami berusaha membuat list atau daftar kitab yang bisa di download dari situs aslinya, kami hanya membantu menunjukkan linknya, semoga bermanfaat.
Perlu diketahui bahwa untuk membuka setiap kitab perlu adanya program maktabah syamilah, bila anda sudah punya maka bisa langsung dibuka dengan syamilah viewer, tapi bila belum anda bisa download Versi 2.11 disini klik Program Maktabah Syamilah Ukuran filenya 17 MB.(Butuh Waktu lumayan lama, lebih baik download dengan software DAP atau program mempercepat download yang lain). Apabila anda kesulitan mendownload silahkan pesan langsung ke email : bukuislamy@gmail.com
Berikut ini daftar hiperlink yang selama ini dicari para netter
Download Kitab Arab Gratis
Daftar Kitab-Kitab Arab Gratis
Kitab Tafsir
Download
Tafsir Ibnu Katsir Muhaqqoq
Tafsir Qurtuby Muhaqqoq
Tafsir Thobary Muhaqqoq
Tafsir Jalalain
Tafsir Baidhowi
Tafsir Al Munir Dr. Wahbah Al Zuhaili : DOWNLOAD DISINI
Ingat untuk membuka file ini anda harus mempunyai program shamela viewer atau Program Maktabah Syamilah.
Sebagian kitab masih dalam update.
Kitab Hadits
Kitab Hadits
Download
Al Muwatho’
Shohih Bukhori
Shohih Muslim
Al Mustadrok
Sunan Abu Daud
Sunan Nasa’i
Sunan Tirmidzy
Sunan Daruquthny
Musnad Ahmad
Musnad Syafi’i
Musonaf Abdur Rozaq
Sunan Ibnu Majah

Kitab Fiqih Hanafi
Kitab Fiqih Hanafi
كتب الفقه الحنفي
Download
Kitab Atsar Imam Abu Yusuf
كتاب الآثار
Al Mabsuth
المبسوط
Fathul Qodir Ibnu Hammam
فتح القدير
Badai’ Shonai’
بدائع الصنائع
Kitab Fiqih Maliki
Kitab Fiqih Maliki
كتب الفقه المالكي
Download
Hasyiyah Dasyuqi Ala Al Syarh Al Kabir
حاشية الدسوقي الشرح الكبير للشيخ الدردير
Irsyadu Salik Fiqih Imam Malik
إرشاد السالك
فقه الإمام مالك
Bidayah Mujtahid
بداية المجتهد
Al Mudawwanah
المدونة الكبرى
Al Kafi Fi Fiqh Ahli Madinah
الكافي في فقه أهل المدينة
Kitab Fiqih Syafi’i
Kitab Fiqih Maliki
كتب الفقه الشافعي
Download
Al Umm
الأم
Rodhotul Tholibin
روضة الطالبين وعمدة المفتين
Al Majmu
المجموع
Fathul Mu’in
فتح المعين
Kifayatul Akhyar
كفاية الأخيار
Fathul Wahhab
فتح الوهاب
Mukhtashor Muzani
مختصر المزني

Untuk membuka file kitab dibawah ini tidak perlu program maktabah shamela, karena filenya berbentuk CHM sebagian berbentuk EXE yang bisa langsung anda pake atau diklik dua kali saja.
Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :
Kumpulan Kitab-Kitab
(Kompilasi)
Al Quranul Karim Lengkap Dgn Tafsirnya Ibnu Katsir, Thobari, Qurtubi
Kutubu Tis’ah Kumpulan Hadits
Semua ada disini 9 kitab hadits File CHM 54 MB.
Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah
Majmu’ Fatawa 2 Imam ( As Syeikh Bin Bazz & As Syeikh Usaimin )
Kutubus Sunnah ( Kumpulan Kitab-Kitab Sunnah Dalam Aqidah )
Fatawa As Syeikh Sholeh Al Fauzan
Mausu'ah Usulul Fiqh ( Kumpulan Usul Fiqih )
Maktabah As Syeikh Abdur Rahman As Sa'dhiy
Kumpulan Kutubut Tauhid
Kumpulan Kitab Ibnu Qayyim
Kumpulan Kitab Ibnu Taimiyyah
Maktabah As Syeikh Muhammad Amien As Syanqithiy
Maktabah As Syeikh Muhammad Aman Aljami
Kutubu Tis’ah Kumpulan Hadits
File Exe lebih kecil 28 MB
Apabila anda kesulitan mendownload silahkan pesan langsung ke email : bukuislamy@gmail.com



Kitab-kitab diatas semuanya berbahasa arab, untuk download ebook berbahasa Indonesia dibawah ini link-linknya, silahkan didownload
kemudian jangan lupa meninggalkan pesan di buku tamu atau di komentar anda di sebelah samping. Barokallohu fiikum.
DONWLOAD KITAB BERBAHASA INDONESIA
DONWLOAD KITAB BERBAHASA INDONESIA
01. Alqur'an Dan Terjemahan
02. Al-Qur’an Di Hati Seorang Muslim
03. Hukum Memperingati Maulid Nabi
04. Keutamaan 10 Hari Dzul Hijjah
05. Dzikir Setelah Shalat
06. Rukun Iman
07.Mengenal Islam
08. Amalan-Amalan dibulan Ramadhan
09.Soal Jawab Aqidah
10.Diinul-Haq
11.Surat Untuk Anda
12.Shufi Dalam Pandangan Islam
13. Keutamaan Shalawat Untuk Nabi
14. Hak-Hak Yang Sesuai Dengan Fitrah Dan Dikuatkan Oleh Syariat
15. Maaf... Dilarang Merokok
16. Hakikat Tasawuf
17. Waspada Terhadap Bid'ah
18. Pintu-Pintu Pahala Dan Penghapus Dosa
19.Pertahanan Yang Semu
20. FATWA-FATWA PENTING TENTANG SHALAT
21. Hijab
22.Tolonglah Aku!
23.Kitab Tauhid
24. Kewajiban Berpegang Teguh Terhadap Sunnah
25. Wala' dan Baro' dalam Islam
Sumber : http://www.islamhouse.com
Mengenal
AL-MAKTABAH AL-SYAMILAH
PERPUSTAKAAN KITAB BAHASA ARAB DIGITAL
VERSI 2.06 Dengan 1800 kitab 29 Bidang Ilmu Keilmuan
VERSI 2.09 Dengan 2500 kitab 48 Bidang Ilmu Keilmuan
Kitab digital dalam bentuk software ini bernama Al-Maktabah Al-Syamilah, Al-Isdhar 2.06 (Pustaka Lengkap, Versi 2.06) dan terdiri atas 1800 (dua ribu lima ratus) kitab yang dikelompokkan dalam 29 bidang keilmuan, Versi 2.09 Dengan 2500 kitab 48 Bidang Ilmu Keilmuan, setiap waktu makin bertambah dan bertambah banyak, kitab berupa program komputer ini sangat praktis karena tidak membutuhkan ruang besar untuk menampung ribuan kitab yang masing-masing bisa jadi terdiri atas puluhan juz. Kitab dalam bentuk seperti ini juga tidak membutuhkan perawatan yang berarti.
Terdapat beberapa macam program yang ada pada kami Versi 2.06 kemudian tahap penyempurnaan di Versi 2.09 dan terakhir sampai hari ini (Mei 2007) Versi 2.11. Setiap Versi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
1- Di Versi 2.06 ketika kita menuliskan kitab di tampilan kitab seluruhnya sebagian hurufnya saja maka akan tampil perkiraan komputer dari buku yang kita maksud, namun hal ini macet di Versi 2.09.
2- Kecepatan pencarian di Versi 2.09 telah meningkat tajam, namun di Versi 2.11 justru biasa saja.
3- Untuk isi kitab berikut jumlahnya tergantung kita, ada yang memasukkan 2000 kitab di Versi 2.06, di Versi 2.09 ada yang terisi 2500 kitab dengan kapasitas 6.6 GB ada juga yang terisi sampai 12 GB (setidaknya penulis mendengar hal itu), maka Versi 2.11 akan lebih banyak lagi bila kita menghendakinya, bahkan kita bisa memasukkan kitab berbahasa Indonesia dengan fasilitas import buku di program ini atau menghapus kitab yang kita anggap tidak kita pakai atau kurang bermanfaat bagi kita.
Maka panduan yang kami tulis ini adalah gabungan dari beberapa Versi yang ada dengan modifikasi yang kami anggap bermanfaat, kalaulah ada keterangan yang terlewatkan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kesmpurnaan hanyalah milik Allah subhanahu wa ta'aala.
Melihat betapa besar manfaat software ini, "Pustaka Ridwana" tergerak untuk ikut menyebarkannya ke pesantren, lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan seluruh individu muslim. Dalam buku petunjuk penggunaan Al-Maktabah Al-Syamilah ini kami sertakan secara gratis sebagai bonus buku ini, semoga setiap muslim yang belum bisa memakai Al-Maktabah Al-Syamilah ini bisa mendapat banyak manfaat dan bisa memanfaatkannya dengan maksimal dengan adanya buku panduan ini.
Diharapkan dengan adanya buku panduan ini bisa mendorong para penuntut ilmu, ustadz, ulama dan kiai agar lebih berbobot dalam mendidik santri, dan bisa mempertanggung jawabkan ilmunya di hadapan Yang Maha Kuasa.
Al-Maktabah Al-Syamilah
· Tujuan dari perpustakaan lengkap ini bukan hanya mengumpulkan buku-buku gratis dari situs-situs internet dalam satu buah perpustakaan digital, namun yang lebih penting adalah dimungkinkannya penambahan dan pengaturan agar menjadi perpustakaan pribadi bagi para penuntut ilmu.
· Perpustakaan ini gratis alias cuma-cuma dan bisa di download langsung secara gratis dari situs resminya : http://www.shamela.ws
· Tidak boleh memanfaatkannya untuk menyebarkan manhaj yang menyelisihi manhaj ahlus sunnah wal jama'ah.
Contoh Versi 2.09 dengan 2500 kitab 48 bidang ilmu
Tujuannya :
Mencari kitab yang ada di Al-Maktabah Al-Syamilah ini dan memanfaatkan fungsi dari setiap kitab yang ada fasilitasnya dengan klik kanan, seperti : membuka kitab, mengatur kitab, pencarian dll..
Caranya :
· Dari menu file klik pilihan kitab [ikhtiyar kitab]
· Klik di asal tampilan utama (hal ini bisa diganti dari jendela option bila anda ingin menggantinya).
Keterangan tombol :
Ada dua cara mencari kitab :
  1. Sesuai bidang kelompok [Majmu'at]
  2. Sesuai abjad arab [Abjadiyan]

Untuk berdiskusi tentang Maktabah Syamilah silahkan kunjungi situs dibawah ini :
Forum Maktabah Syamilah Klik disini
Sumber: http://kitab-kuning.blogspot.com/2007/02/software-kitab-kuning-baru-gratis.html

Selasa, 10 Januari 2012

Software Kamus Al-Munawir


Salam Sobat Infijar 2007.....

Ketika mutholaah kitab kuning sering kita kelupaan makna satu, dua kata sehingga kita bertanya kepada teman, mustahik dan juga kita mencarinya di kamus yang kita punya. nah kali ini Komunita Infijar 2007 ada solusi yang semoga bisa bermanfaat bagi sobat Infijar semua. apaan tu.....
Di bawah ling untuk mendowload Software Kamus Al Munawir yang bisa sobat instal di komputer dan bisa untuk teman sobat belajar atau bertanya tentang makna kata yang lupa atau belum tahu ketika mutholaah kitab kuning.
langsung aja menuju TKP.... hehehe....








KAMUS AL MUNAWIR DIGITAL

APLIKASI WINDJVIEW


KETERANGAN :

Downloadlah kedua file software diatas
1- Install terlebih dahulu Software WinDjView
2- Barulah software Kamus Digitalnya dapat dibuka

selamat menikmati

Download alternatif kamus Al-Munawir klik senyuman di bawah ini
=====================================================

TANBIHUN

Kamus Ara-Indonesia Al Munawir Terlengkap Edisi 2

Siapa yang tidak tahu kamus Al-Munawwir. Tentu hampir semua dari kita terutama thullabul ‘ilmi mengetahui kamus Arab-Indonesia yang dikatakan terlengkap ini. Jumlah halamannya sekitar 1600 halaman. Bayangkan pembaca (yang belum pernah melihatnya ^^), seberapa tebalnya. Kamus ini banyak dijadikan rujukan bagi mereka-mereka yang belajar dan mendalami bahasa Arab.

Versi digital dari Kamus Al-Munawwir ini berformat .djvu (baca: Deja vu). Hampir sama sebenarnya seperti pdf, tapi Deja vu mempunyai kelebihan yaitu lebih cepat diload daripada PDF, sehingga melihat dokumen menjadi lebih menyenangkan.

File berformat Deja vu tidak bisa dibuka dengan Adobe Reader yang digunakan untuk membaca file PDF, maka harus memakai software khusus, salah satunya adalah DjView.




Software DjView | 7 MB






Rabu, 04 Januari 2012

Tifs Cara Memakai Jilbab

Assalamu'alaikum......

Kali ini Komunitas Infijar mencoba memberikan Tifs cara memakai Jelbab yang menarik, gaul dan modern akan tetapi tetap Islami bagi kaum hawa dengan Vidio Tutorial, silahkan di simak dengan baik dan di praktekan. dengan harapan semoga ada manfaatnya....




Minggu, 01 Januari 2012

Mengenang Pejuangan Gus Dur

Pasca Gus Dur wafat, berbagai pemikirannya tak pernah surut diperbincangkan. Bahkan momen kedukaan itu menjadikan  daya magnetik terbesar guna mengenang gagasan pemikirannya. Dalam rangka mengenang beliau, tak hanya Yasinan dan Tahlilan saja yang dikumandangkan. Tetapi, banyak mereka yang mengkaji pemikiran-pemikirannya. Ini tak lazim dilakukan pasca kemangkatan orang biasa. Memperbincangkan Gus Dur seolah memang tak ada matinya.
Alam kubur memang tak ada bedanya dengan alam dunia. Hanya saja terbatas ruang dan waktu. Alam kubur merupakan alam bebas dan individualistik. Kehidupan di alam kubur tergantung dari kehidupan di alam dunia. Ketika selama hidup di dunia ini sederhana, dan tidak berbuat yang aneh-aneh, maka di alam kuburnya ia akan mendapatkan kelayakan tempat. (Abdurrahman Wahid)
Meski secara fisik telah berpindah alam, namun itu tidak menjadi kendala untuk menyamapaikan fatwa-fatwanya. Meski di alam kubur, kebiasaan-kebiasaan selama hidupnya juga tetap eksis dijalankan. Yakni, sowan ke tempat kyai-kyai dan ulama' untuk diajak berdiskusi dan mengaji kehidupan. Cerita perjalanan Gus Dur di Alam Kubur, pertemuannya dengan tokoh-tokoh besar muslim, ini semakin mempertebal keimanan kita mengenai misteri alam kubur.
Buku bertajuk "Ngobrol dengan Gus Dur dari Alam Kubur", merupakan buku yang tergolong unik. Penulisnya mengambil data-data tak hanya dari karya-karya fenomenal pakar-pakar sebelumnya, sebagaimana kebanyakan orang lakukan. Tetapi data-data dalam buku ini diambil dari eksplorasi alam ruhani dengan melakukan dialog khusus antar dua alam. Antar penulis dan narasumber telah berbeda alam. Namun, itu tidak menjadikan kendala tersendiri bagi penulis.
Sebab, dengan kemampuan spiritual penulis, sehingga penulis mampu berkomunikasi dan berdialog langsung kepada orang-orang besar yang telah terlebih dahulu pindah alam dari alam manusia menuju alam keabadian akhirat. Sejak Gus Dur masih hidup, memang banyak buku-bukunya yang diterbitkan. Meskipun demikian, pasca beliau meninggalpun buku-buku tentang Gus Dur juga tidak mati di penerbitan. Justru malah semakin membludak.
Inilah kharisma tersendiri yang dimiliki oleh sosok pejuang Gus Dur. Samudra pemikirannya seolah tak ada habisnya. Ia tetap mengalir deras membasahi permukaan kehidupan bangsa tanah air ini meskipun ia telah meninggal. Kharisma Gus Dur pasca wafatnya semakin menunjukkan daya tarik positif yang kuat. Orang-orang yang dulu belum atau bahkan tidak mengenal Gus Dur, kini mereka menjadi tertarik untuk mendalami pemikirannya.
Keunikan ataupun kelebihan dalam buku ini paling tidak mencakup dua hal. Pertama, metode pengunduhannya didownload dari alam kubur, kemidian dikolaborasi dari alam hakikat melalui komunikasi ruh. Metode penelitian seperti ini jarang dilakukan oleh penulis-penulis lain. Dari sini semakin jelaslah hakikat diri Gus Dur yang terlepas dari kepentingan-kepentingan duniawi.
Kedua, gagasan-gagasan yang diambil langsung ini merupakan pemikiran mutakhir Gus Dur dari alam kubur. Secara tidak langsung ini telah menyumbang banyak gagasan. Baik gagasan keduniawian maupun untuk kahidupan ukhrawi. Bahwa kehidupan di alam kubur itu ada dan orang yang telah mati itu sejatinya tidak mati. Ia tetap hidup sebagaimana hidupnya di dunia, namun telah pindah dari alam kasat mata menuju alam gaib
.
Selama hayatnya, Gus Dur selalu memperjuangkan kebenaran sejati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini ditujukan agar kehidupan rakyat menjadi sejahtera, tidak hidup susah, dan dibohongi oleh Negara. Kebanaran sejati beliau ini dibangun berlandaskan pengetahuan yang mendalam tentang hakekat manusia, harkat kebangsaan, kesadaran akan pluralitas, dan apresiasi kreatif terhadap kebudayaan.
Dalam pemikirannya mengenai tingkatan menuju Tuhan, Gus Dur lebih mendahulukan perjuangan sosio kultural untuk membangun sistem penyejahteraan rakyat (hablun min an-naas). Ini merupakan tarekat tertinggi dan lebih cepat sampai kepada Tuhan ,dari pada harus melewati jalan ritual-individualistik (hablun min Allah). Oleh sebab itu, gagasan beliau menegaskan bahwa umat islam perlu menyempurnakan Rukun Iman, Rukun Islam yang telah mapan itu dan kemudian merumuskan serta mengajarkan Rukun Sosial yang masih rapuh dikalangan umat.
Konsep Rahmatan lil ‘alamiin, bagi beliau dimaknai sebagai rekonstruksi sistem sosial islam yang sejajar dengan Rukun Iman dan Islam. Ini dimaksudkan agar keberadaan umat islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam. Utamanya menjadi rahmat bagi seluruh rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagaimana islam mampu membawa rahmat bagi seluruh alam, kalau di negaranya bertindak anarkisme dan permusuhan yang mengatasnamakan agama. Paham yang tak sesuai dengan islam dimusuhi habis-habisan. Bahkan tak jarang pengikut-pengikut mereka dianiaya. Padahal pengikut itu tidak tahu apa-apa. Dia hanya iseng-iseng anut-grubyuk dengan teman-temannya. Bukankan orang yang dikatakan menyimpang itu berpikir dan bertindak untuk mencapai yang terbaik?
Mereka sama artinya dengan berpendapat. Bagaimanapun juga, di era reformasi ini kita hendaknya menjunjung tinggi dan menghargai kebebasan berpendapat. Gagasan inilah yang difatwakan Gus Dur ketika beliau menjabat sebagai presiden. Kebijakasanaannya selalu mengangkat derajat orang-orang kecil teraniaya. Rukun Sosial inilah yang belum kebanyakan orang ketahui. Bahkan mereka mengabaikannya. Bagaimana dia menjadi muslim sempurna, kalau didunia sering menindas orang lain

Sumber:
http://www.gusdur.net/Opini/Detail/?id=230/hl=id/Ngobrol_Bareng_Gus_Dur_Di_Alam_Kubur




Sabtu, 31 Desember 2011

Tahun Baru- Karya Gus Mus

Sudah tahun baru lagi Belum juga tibakah saatnya kita menunduk? Memandang diri sendiri? Bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabnya? Kawan! Siapakah kita ini sebenarnya? Musliminkah? Mukminin? Muttaqi? Khalifah Allah?
Ummat Muhamadkah kita? 
Khaira ummatin kah kita? 
Atau kita sama saja dengan makhluk lain? 
Atau bahkan lebih rendah lagi? 
Hanya budak-budak perut dan kelamin  
Iman kita kepada Allah dan yang ghaib
rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan,
 lebih pipih dari kain rok perempuan. 

Betapapun tersiksa,
kita khusyu' di depan massa dan tiba-tiba buas 
dan binal justrusaat di saat sendiri bersamaNya.
Syahadat kita rasanya seperti perut bedug 
Atau pernyataan setia pegawai rendah saja, 
kosong tak berdaya. 


Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu,
lebih cepat daripada menghirupkopi panas, 
dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda.
  
Doa kita sesudahnya justru lebih serius
kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia di surga. 
Puasa kita rasanya sekedar mengubah 
jadual makan minum dan saat istirahat 
Tanpa menggeser acara buat syahwat 
Ketika datang lapar atau haus, 
kitapun manggut-manggut
 " Ooh beginikah rasanya" dan kita sudah merasa 
memikirkan sodara-sodara kita yang melarat. 

Zakat kita jauh lebih berat terasa 
Dibanding tukang becak melepas penghasilannya
untuk kupon undian yang sia-sia 
Kalaupun terkeluarkan harapanpun tanpa ukuran, 
upaya-upaya Tuhan menggantinya berlipat ganda. 
Haji kita tak ubahnya tamasya, menghibur diri, 
mencari pengalaman spiritual danmatrial.
  

Membuang uang kecil dan dosa besar, 
lalu pulang membawa label suci 
asli made in Saudi … Haji… Kawan, 
lalu bagaimana, bilamana, 
dan berapa lama kita bersamaNya? 

Atau kita justru sibuk menjalankan 
tugas mengatur bumi seisinya 
Mensiasati dunia sebagai khalifahNyaKawan, 
tak terasa kita memang semakin pintar
 Mungkin kedudukan kita 
sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita.

Paling tidak kita semakin pintar berdalih 
Kita perkosa alam dan lingkungan, demi ilmu pengetahuan 
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran Melacur
dan menipu demi keselamatan Memamerkan kekayaan
demi mensyukuri kenikmatan  
Memukul dan mencaci demi pendidikan 
Berbuat semaunya demi kemerdekaan 
Tidak berbuat apa-apa demi ketentraman 
Membiarkan kemungkaran demi kedamaian Pendek kata, 
demi semua yang baik halallah semua sampai yang tidak baik Lalu bagaimana para cendekiawan dan seniman? 
Para mubaligh dan kiai, penyambung lidah nabi? 

Jangan ganggu mereka 
Para cendekiawan sedang memikirkan segalanya 
Para seniman sedang merenungkan apa saja  
Para muballigh sedang sibuk berteriak kemana-mana 
Para kiai sedang sibuk berfatwa dan berdoa 
Para pemimpin sedang mengatur semuanya 
Biarkan mereka di atas sana 
Menikmati dan meratapi persoalan mereka sendiri 
Kawan selamat tahun baru Belum juga tibakah saatnya kita menunduk? Memandang diri sendiri.




Jumat, 30 Desember 2011

Pengkeramatan, sirikkah?

Keramat, merupakan kata yang sangat identik dengan sesuatu yang berbau magis. Dalam keseharian kita, kata keramat memanglah bukan sebuah susunan huruf yang asing lagi.
Keramat sebenarnya sebuah kalimat yang diadopsi dari bahasa arab karamat yang berarti mulia. Dalam adat islam, memang ada beberapa hal yang dimuliakan, seperti halnya hari jumat yang telah dilabeli oleh syara’ dengan label afdlalul yaum (hari yang utama). Juga pengharaman masjidil haram Makah dari pengaliran darah.
Namun alasan sebagaimana dalam pemuliaan hari jumat oleh syariat, sangat bisa dipertanggung jawabkan. Karena hari jumat adalah hari dimana Allah menciptakan dunia dan kelak pemusnahan dunia pun hari jumat. Di hari itu pula adam diciptakan, dimasukkan surga dan dikeluarkan dari surga. Dihari jumat pula semua manusia diwajibkan berkumpul dalam satu majlis –salat jumat- juga hari itu terijabahinya semua doa, dan masih banyak lagi alasan sebagaimana terpapar dengan jelas dalam hadis-hadis nabi.
Baik secara sengaja ataupun tidak, kita selalu berkecimpung bahkan ikut andil dalam hal ‘keramat-mengkeramat.’ Seperti halnya saat kita meyakini adanya tempat bertuah, benda bertuah ataupun masa bertuah. Dari situ, muncullah pengkeramatan yang salah persepsi.
Lantas, apakah termasuk syirik andaikan kita mempercayai tentang keramatnya sesuatu hal?
Secara sepintas memang terasa sulit untuk mengklasifikasi, apakah pendefinisian kita terjebak pada sesuatu yang syirik atau tidak. Karena, secara tidak kita sadari, ada tarik ulur dalam diri kita sendiri, apakah kita sudah sesuai dengan ‘rel agama’ atau malah tersesat pada ‘rel setan’.
Sebagaimana firman Allah Swt. “Anaa indha dzanni abdi bii,” Saya sesuai dengan apa yang disangkakan hambaKu padaKu. Dari situ sudah bisa diartikan bahwa penuhanan Tuhan, sesuai yang telah didefinisikan oleh seorang hamba itu sendiri.
Antara Keramat dan Keramat

Secara definitif, antara keduanya bermakna sama. Dari keduanya bermakna sesuatu yang mulia. Bisa juga kita definisikan dengan “amru khoriq lil adat,” yaitu; perkara yang keluar dari penalaran yang biasa. Namun dalam prakteknya sungguh berbeda. Sedangkan letak pembedanya hanya terletak pada asumsi masyarakat tentang pengertian keramat itu sendiri.
Seumpama kita contohkan “makam keramat wali songo”, ini bisa bermakna dua sekaligus. pertama adalah makam seorang wali yang dimuliakan. Sehingga asumsi masyarakat –yang agamis- menganggap wali yang dimakamkan disitu bisa menjadi mediator (wasilah) doa kepada tuhan. Sedangkan pemaknaan kedua adalah makam seorang wali yang dianggap mempunyai nilai magic (pengkultusan/ pentahbisan). Sehingga banyak asumsi masyarakat yang menganggap bahwa tempat tersebut bisa menjadi ajang untuk meminta –bukan kepada Allah, namun lebih terfokus kepada wali yang dimakamkan tersebut.
Perjalanan Keramat Menguasai Hati Nurani

Kebiasaan pengeramatan sebetulnya sudah berlaku pada masa dulu kala. Bahkan pada masa-masa awal mula terbentuknya dunia. Pada zaman nabi-nabi generasi awal, pengkeramatan suatu benda ataupun hari diaplikasikan dalam bentuk sembahan. Seperti pada zaman nabi Ibrahim As. Pengkeramatan kaum nabi Ibrahim kala itu diwujudkan dalam bentuk patung-patung yang terjajar rapi menurut ukuran dan umurnya, lantas disembah dan dinamai dengan sebutan ‘tuhan’. Begitupun pada zaman-zaman setelahnya hingga sekarang.
Seperti yang terjadi pada zaman sekarang, dulu pun pengkeramatan sebuah benda ataupun hari selalu diprakarsai oleh ‘orang pintar’ yang disebut dengan istilah kahin (dukun), juru nujum dan lainnya. Sehingga ketika akan ada permasalahan apapun, andaikata belum berkonsultasi dengan orang pintar maka bisa dipastikan mereka tidak akan melanjutkan.
Para orang pintar tersebut, setiap waktu tanpa lelahnya menjejalkan berbagai ‘manuver siriknya’ dalam otak-otak orang yang memang lemah imannya. Ini terbukti pada saat raja-raja yang berkuasa pada zaman dahulu selalu mengangkat seorang pintar sebagai penasehat kerajaan.
Hingga sekarang, fenomena terebut masih terus berjalan dengan seiring waktu. Namun dalam prakteknya, pengkeramatan suatu benda (tamimah. Arb) ataupun hari, kini kian terbungkus rapi. Sehingga, sang pelaku sirik itu merasa bahwa yang dilakukannya seolah-olah sudah menjadi titah agama, bahkan bukan termasuk sirik.
Sebenarnya banyak hal yang bisa menjadikan kita keluar dari syirik yang terdapat pada istilah pengeramatan ini. Namun perlu referensi yang akurat, sehingga kita bisa lebih berhati-hati dalam klasifikasinya. Sebagaimana diketahui, hukum dalam islam bukanlah “harga mati”. Karena, hukum islam bersifat subyektif, melihat tempat dan waktu.
Ini merupakan salah satu contoh agar kita terhindar dari bahaya syirik:
Pertama kita harus tahu dalil-dalil yang bertalian (taalluq. Arb) dengan sesuatu yang kita keramatkan (nash quran hadis).
Kedua, harus ada alasan mendasar sebagai klarifikasi (penjernihan, penjelasan, dan pengembalian kepada apa yang sebenarnya) dan klasifikasinya (penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan).
Ketiga, bagaimana kita menyikapi hal itu.
Seperti contoh, pengharaman ziarah kubur oleh nabi Saw, kemudian dianjurkan. Dalil dari itu sudah ada dan bisa kita temukan dalam kitab-kitab hadis. Kemudian kita cari alasannya, mengapa setelah ada pelarangan kemudian dianjurkan? Karena waktu itu nabi memandang labilnya iman umat islam yang masih terbiasa dengan adat kaum jahiliyah, sehingga masih ada kemungkinan kesalahan persepsi umat dengan ziarah kubur. Selanjutnya bagaimana sikap kita agar kita tidak terjerumus pada budaya jahiliyah yang mengkultuskan makam seseorang.
Nah, sebagaimana kita ketahui dalam kaidah fiqh terdapat istilah al-adah muhakkamah –semua hal yang sudah menjadi kebiasaan akan menjadi hukum-, ternyata telah kita makan mentah-mentah. Mengapa bisa tersimpulkan seperti itu? Karena masyarakat sekarang ini terlalu banyak mengkonsumsi hal-hal yang terlalu instan, sehingga dalam pemikiran pun kita selalu mengkonsumsi yang instan pula.
Jadi, sebelum kita jauh terjerumus dalam kubangan syirik, perbaiki cara pandang kita tentang agama. Perbedakan antara agama dan adat. Dan dari pemaparan tersebut kita bisa mengkaji ulang, seberapa tebal iman kita sehingga kita bisa keluar dari pemahaman sesat yang mengarahkan kita pada ‘rel setan’. Fajul bil-fikr! Pergunakan akal fikirmu!. (*)

Sumber: http://misykat.lirboyo.net/pengkeramatan-sirikkah/
Oleh : Al Akhyar

Senin, 26 Desember 2011

Tuntunan Mengurus Jenazah

HUKUM MERAWAT JENAZAH
Hukum merawat Jenazah dalah Wajib Kifayah artinya cukup dikerjakan oleh sebagian masyarakat , bila seluruh masyarakat tidak ada yang merawat maka seluruh masyarakat akan dituntut dihadapan Allah Swt.sedang bagi orang yang mengerjakannya, mendapat pahala yang banyak.disisi Allah Swt.

SIAPA ORANG YANG MERAWAT
* Keluarga terdekat (Ayah, Ibunya, Suami/Istrinya, Anak putra/Putrinya, Kakak/Adiknya dst) namun sebaiknya yang sejenis pria oleh pria wanita oleh wanita kecuali Suami / istrinya atau ayah dan ibunya.
* Bila Urutan tersebut di atas tidak ada baru beralih kepada yang lain .

WAKTU PENYELENGGARAAN
Sesegera mungkin, tidak ada keharusan menunggu berkumpulnya seluruh kerabat.
* Sabda Rasullulah :
* Ada 3(tiga) hal Hai Ali.. Jangan ditunda, dilarang ditangguhkannya yaitu sholat bila telah datang waktunya, Jenazah bila telah nyata kematiannya, dan wanita yang tidak ada suami bila telah menemukan jodohnya.(Al Hadist)
* Percepatkanlah penyelenggaraan jenazah, bila ia seorang yang baik, perdekatkanlah kebaikannya dan bila tidak demikian, maka kamu akan lepas kejelekannya tersebut dari bebanmu.

KAIFIAT (CARA PERAWATAN JENAZAH)
Bila telah terang, nyata, jelas ajalnya seseorang, maka segerakanlah perawatannya, Adapun yang perlu dilakukan adalah :
* Pejamkan matanya.
* Lemaskan terutama tangan, dan kakinya diluruskan.
* Dikatupkan mulutnya, dengan ikatkan kain, dan lingkarkan dagu, pelipis sampai ubun-ubun.
* Diutamakan ditelentangkan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan kiblat (untuk daerah Sidangoli berarti kepala di sebelah utara)
* Ditutup muka wajahnya, serta seluruh tubuhnya.
* Mengucapkan kalimat tarji’ untuk istirja’(pasrah dengan ikhlas dan ingat bahwa kita bersama akhirnya juga akan mengalami kematian (Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun (Al Baqorah Ayat 156)
* Mendoakannya (Allahumma ighfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu) artinya : Ya Allah semoga Alloh mengampuni , melimpahkan kasih sayangnya, mema’afkannya serta memulyakannya, Al Hadist.
* Menyebarluaskan berita kematiannya kepada keluarga/ ahli waris, kerabat dan masyarakat lingkungannya.
* Mempersiapkan keperluan/perlengka pan perawatan mayat/ jenazah.
* Keluarga/ ahli waris segera menyelesaikan hak insani/Adam, utang piutang, mengambil alih tanggunga jawab hingga bagi yang telah wafat tiada lagi memiliki kewajiban. Kecuali mempertanggung jawabkan amal perbuatannya.

HAK & KEWAJIBAN TERHADAP JENAZAH
1. Memandikannya / Mensucikannya.
2. Mengkafaninya/ Membungkus seluruh tubuhnya.
3. Mensalatkannya.
4. Menguburkannya.

JENAZAH YANG TIDAK MENDAPAT PERLAKUAN SEPERTI BIASA
1. Mati sahid dalam peperangan tidak perlu dimandikan dan dikafani cukup dimakamkan dengan pakaiannya yang melekat.
2. Mati di atas perjalanan laut, tak perlu dibawa ke darat untuk dimakamkan apabila untuk mencapai daratan perlu waktu lama.
3. Mati saat Ihrom, maka kain kafannya cukup pakaian ihromnya dan tidak boleh diberi parfum sebagaimana jenazah biasa.

MENSUCIKAN JENAZAH
Perlengkapan yang diperlukan :
1. Air suci yang mensucikan yang cukup, dengan dicampuri bau-bauan
2. Serbuk/larutan kapur barus, untuk meredam bau.
3. Sarung tangan/ handuk tangan untuk membersihkan kotoran darah atau najis lain.
4. Lidi dan sebagainya untuk membersihkan kuku.
5. Handuk untuk mengeringkan badan/ tubuh mayat selesai dimandikan.

CARA-CARA MEMANDIKAN MAYAT
1. Bujurkanlah jenazah ditempat yang tertutup serta diutamakan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan.
2. Lepaskanlah seluruh pakaian yang melekat dan menutup,serta pengikat dagu dan pergelangan tangan.
3. Tutuplah bagian auratnya sekedarnya.
4. Lepaskan logam seperti cincin, dan gigi palsunya (Kalau ada)
5. Bersihkan kotoran najisnya dengan didudukkan dan meremas bagian perutnya hingga kotorannya keluar.
6. Bersihkan rongga mulutnya dari riak atau darah kalau ada
7. Bersihkan kuku-kuku jari kaki dan tangannya.
8. Disunahkan menyiram air mulai anggota yang kanan diawali dari kepala bagian kanan terus kebawah, kemudian bagian kiri dan diulang 3(tiga) kali

PERHATIAN !!!!!
Dilarang memotong kuku,rambut dsb. karena dilarang menganiaya seseorang jenazah dengan menimbulkan kerusakan atau cacat tubuhnya.



CARA PELAKSANAAN MEMANDIKAN MAYAT
1. Mulai menyiram anggota wudhu secara urut, tertib, segera dan rata, hingga 3(tiga) kali serta memulainya anggota wudhu sebelah kanan.
2. Menyiram seluruh tubuh
3. Menggosok seluruh tubuh dengan air sabun.
4. Menyiram berulang kali sejumlah gasal, misalnya 3,5,7,9,11 kali, hingga rata dan bersih sesuai kebutuhan.
5. Menyiram dengan larutan kapur barus atau bau-bauan yang harum, cendana dsb.
6. Mengeringkan seluruh tubuh badannya dengan handuk hingga kering
 Perhatian :
* Saat menyiram air pada wajah muka, tutuplah lubang mata, hidung, mulut dan telinganya, agar tidak kemasukan air.
* Apabila anggota tubuh terluka dalam menggosok dan membersihkan bagian terluka supaya hati-hati dengan lembut seakan memberlakukan pada waktu masih hidup tidak boleh semena-mena.
MENGKAFANI JENAZAH.
1. Perlengkapan
a. Selembar lingkaran badan dan yang lebih panjang dari seluruh tubuh.
b. Tujuh utas tali dari sobekan kain putih.
c. Segi tiga tutup kepala/rambut
d. Sehelai tutup dada, dengan berlobang pada bagian lehernya
e. Sehelai tutup aurat dengan terlipat panjang.
 Khusus wanita dilengkapi dengan :
f. Kain Basahan, sebagai penutup bagian aurat bawah.
g. Mukena untuk rambut
h. Baju untuk penutup bagian dada dan lengan.
Perhatian :
Bahan perlengkapan, kain putih, cukup yang sederhana, tidak berlebihan jenisnya,demikian juga bagai jenazah wanita kain basahan, baju, mukena adalah yang sehari-hari dipakai.
Demikian juga disunahkan bagi mayat laki² dikafani sampai 3 lapis kain, tiap-tiap lapis hendaknya dapat menutup seluruh tubuhnya, Selain 3 lapis itu ditambah baju kurung dan sorban. Adapun bagi mayat wanita disunahkan 5 lapis, masing-masing berupa Sarung, Baju, Kerudung dan 2 lapis yang menutup seluruh tubuhnya.



2. Kapas
- 5 helai kapas selembar telapak tangan
- 7 Bulatan kecil, penutup lobang
- Serbuk kapur barus, cendana dsb yang berfungsi sebagai pengharum.

PERSIAPAN PENGATURAN BAHAN KAFAN
1. Tali sebanyak 7 diletakkan di:
a. Ujung Kepala
b. Leher
c. Pinggang/ pada lengan tangan
d. Perut
e. Lutut
f. Pergelangan tangan
g. Ujung kaki
2. Letakkan kain memanjang seluruh tubuhnya, serta melebar lingkaran badan dengan ditaburi serbuk kapur barus.
3. Aturlah dan letakkan sehelai tutup kepala/rambut.
4. Bentangkan tutup dada, dengan masih terhampar ke atas.
5. Letakkan sehelai tutup aurat (Semacam Celdam) memanjang dan melebar ke bawah dan merupakan kain lipatan
6. Bagi wanita aturlah mukena,baju dan kain basahan yang sesuai dengan letaknya.

CARA PELAKSANAAN MENGKAFANI


1. Letakkan janazah membujur di atas kain kafan, dalam keadaan tertutup selubung kain kafan (jangan sampai mayat telanjang secara terbuka).
2. Tutuplah tujuh lubang yaitu, 2 mata, 2 telinga, 2 hidung dan 1.pusar dengan bulatan kapas yang ditaburi serbuk kapur barus
3. Tutuplah lembaran kapas yang ditaburi sebuk kapur barus pada:
a.Wajah muka
b.Leher kanan & kiri
c. Ketiak kanan & kiri
d.Lengan siku kanan dan kiri
e. Di bawah dan atas peregelangan tangan.
f. Kedua pergelangan kakinya.
g. Kedua lingkaran mulut.

4. Bagi Jenazah pria :
a.Tutuplah segitiga kain putih di bagian rambut kepala dengan ikatan pada jidat.
b.Katupkan tutup dada melalui lubang pada lehernya
c. Katupkan lipatan tutup Celdam-nya
 5. Bagi jenazah Wanita :
a.Letakkan tiga pintalan rambut ke bawah belakang kepala
b.Tutupkan kain mukena pada rambut kepala.
c. Tutupkan belahan kain baju pada dada.
d.Lipatkankain basahan melingkar badan perut dan auratnya, di atas penutup CD – nya.
6. Katupkan dengan melingkar tubuh badannya kain kafan yang rapat,\tertib, menyeluruh.

SHOLAT JENAZAH.
1. Syarat-syarat sholat Jenazah
a. Sholat mayit sama syaratnya dengan sholat lain yaitu menutup aurat,suci dari hadast besar maupun kecil, bersih badan, pakain dan tempatnya serta menghadap kiblat.
b. Mayat sudah dimandikan dan dikafani
c. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang menyembahyangkannya , kecuali kalau sholat dilakukan di atas kubur atau sholat ghoib.

RUKUN 
b. Berdiri bagi yang mampu.
c. Takbir empat kali
d. Membaca Fatihah
e. Membaca Sholawat nabi.
f. Mendo’akan mayit.
 ” Wahai Tuhanku, ampunilah dia, rahmatilah, sejahterakanlah dan maafkanlah dia, hormatilah kedatangannya, luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah dia dari semua dosa, sebagaimana bersihnya kain putih darikotoran dan berilah ganti rumahnya yang lebih baik dari rumahnya, ahli yang lebih baik dari ahlinta, dan istri yang lebih baik dari istrinya, serta peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa api neraka:.
g. Berdo’a untuk diri sendiri dan untuk mayyit
“Wahai Tuhanku, janganlah Engkau halangi, pahalanya kepada kami dan janganlah Engkau memberi fitnahsepeninggalny a kepada kami, serta ampunilah kami dan dia, dan bagi segenap saudara kam yang telah mendahului kami dengan iman, dan janganlah Engkau jadikan gelisah di dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Wahai Tuhan kami sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Belas Kasihan lagi Maha Penyayang”.
h. Memberi Salam

CARA MENGERJAKAN SHALAT JENAZAH
1. Mayit diletakkan paling muka, apabila mayit laki-laki, hendak nya Imam berdiri menghadap dekat kepala mayit, sedang mayat wanitaImam menghadap dekat perutnya.
2. Letak Imam paling muka diikuti oleh para ma’mum, jika yang menyolati sedikit usahakan dibuat 3 baris / shaf.
3. Setelah semua siap lalu dimulai dengan takbiratul ihrom oleh Imam setelah itu baru makmum.(ini Merupakan takbir pertama)
4. Setelah takbiratul ihrom, tangan diletakkan bersedekap lalu membaca Surat Al Fatihah.
5. Setelah membaca Surat Al Fatihah , lalu takbir lagi dengan mengangkat kedua tangan, kemudian bersedekap kembali.
6. Dalam posisi bersedekap tersebut membaca Sholawat
(Allaahuma solli a’ala muhammad wa’ala alihi washbihi wasallim)
7. Selesai membaca sholawat,lalu takbir kembali dengan mengangkat kedua tangan dan bersedekap kembali (ini sedekap ke 3(tiga)
8. Dalam posisi bersedekap membaca do’a (Allohummagfir lahu/ha warhamhu/ha wa’afihi/ha wa’fu anhu/ha)
9. Selesai berdo’a lalu takbir lagi dengan mengangkat kedua tangan dan kemudian bersedekap (ini takbir ke empat)
10. Dalam posisi takbir ke 4 Lalu bedo’a (Allahumma laa tahrimnaa ajrahu/ha walaa taftinna ba’dahu / ha wagfirlana walahu/ha
11. Selesai berdo’a baru salam



MENGUBUR MAYAT
A. Tempat penguburan
Tempat penguburan adalah tempat penguburan khusus kaum muslimin, terpisah dari kuburan bukan muslim, dan karena diutamakan pelaksanaan penyelesaian Jenazah sesegera mungkin, maka cukup dikubur di tempat yang tersedia dan yang terdekat, dengan pengertian tidak selalu di tempat kuburan keluarga.
B. Persiapan Penguburan.
1. Pembuatan liang lahat sekurang-kurangnya jangan sampai bau busuk mayit dapat keluar,dan sampai dapat dibongkar oleh binatang.
2. Pilih tempat yang cukup kuat tanahnya,dari penggalian binatang buas, cukup jauh dari arus air,tidak mudah longsor dan hanyut tergusur aliran air.
3. Penutup lubang lahat harus cukup kuat dan rapat, supaya tidak mudah longsor ke bawah.
4. Keranda Janazah hendaknya tertutup rapat dan sesederhana mungkin.

Pemberangkatan Jenazah.
1. Segerakanlah pemberangkatan penguburan dengan iring-iringan terutama keluarga terdekat.
2. Hendaknya berjalan secara cepat-segera.
3. Kaum Wanita, walaupun keluarga terdekat tidak diperkenankan turut mengiringi jenaah dalam proses penguburan.
4. Bagi yang melihat iringan jenazah hendaknya menghormati dan berdiri tegak, sampai janazah lewat.

Tata cara Penguburan :
1. Letakkan usungan keranda Janazah di sebelah liang kubur yang longggar.
2. Dibuka tutup keranda dan selubung jenazah.
3. Dua/tiga orang lelaki, dari keluarga jenazah terdekat dan diutamakan yang tidak junub pada malam hari, sebelumnya.masuk dalam liang kubur dengan berdiri, menyiapkan diri menerima jenazah.
4. Masukkan jenazah dari arah kaki , didahulukan kepalanya dimasukkan (dari arah selatan)
5. Letakkan jenazah secara membujur , arah kepala di sebelah barat, dan badan jasadnya dihadapkan miring/serong, mukanya menghadap kiblat.

6. Lepaskan semua ikatan tali, serta dilonggarkan kain kafannya (pipi pelipis tidak harus meneyentuh tanah)
7. Letakkkan gumpalan tanah sebagai penyangga di bagian belakang badan, kepala, pinggang, perut, kaki, agar jasad tidak terlentang.
8. Tutuplah rongga dengan rapat dengan kayu atau batu untuk kemudian ditimbuni tanah yang cukup padat dan rapat.
9. Buatlah onggakan gundukan tanah asal tidak melebihi sejengkal tangan tingginya.
10. Para pelayat diutamakan turut serta menimbuni tanah dengan tiga kali taburan tanah.

Lain-lain :
1. Disunahkan berdo’a setelah selesai penguburan sebelum meninggalkan kuburan dengan harapan siap menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar – Nakir.
2. Setiap mengangkat dan meletakkan mayat hendaklah diiringi do’a “Bismillah wa’ala millati rosulillah” .artinya : Dengan nama Allah serta mengikuti tuntunan Rasullah.
3. Do’a selesai penguburan : “Ya allah,ampunilah dia dan kasihinilah dia dan sejahterakanlah dia dan maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang terhormat, dan lapangkanlah tempatnya, dan empukkanlah bumi tempat tidurnya dan jauhkanlah dia darisiksaan kubur, dan lindungilah dia dari siksaan neraka, Ya allah tetapkanlah dia dengan perkataan yang
benar di dunia dan akhirat.                                          

tatacara mengurus jenazah
berdiskusi dengan seorang saudara Muslim tentang mengusung jenazah… Beliau memberikan jawaban beserta dalil sebagai berikut :
“Disyariatkan dalam membawa dan mengantar jenazah dengan cara memikulnya, berkeliling disekitar keranda, hingga seseorang akan memikulnya dari semua pinggirnya Hadits dari Ibnu Majah, Baihaqi dan Abu Dawud dari Ibnu Mas;ud
Lalu syariat yang lain, jenazah diiringkan, haditsnya “ jenguklah orang yang sakit dan iringkanlah jenazah, niscaya akan mengingatkanmuu akan hari akhirat “ hadits riwayat Ahmad dengan orang2 terpercaya.
Lalu selenggarakan atau urus jenazahnya dengan cara :
sabda rasul diriwayatkan oleh Abu Hurairah “ cepatlah engkau menyelenggarakan jenazah karena kalau ia baik, berarti engkau cepat mempertemukannya dengan hasil kebaikannya, sebaliknya bila ia jahat berarti engkau segera meletakan kejahatannya diatas pundakmu “
Akan engkau lihat bahwa dalam mengantarkan jenazah itu, engkau beserta Rasullualh saw seolah2 berlari layaknya “ hadits Imam Ahmad, An Nasa’I dari Abu Bakrah
“pada saat meninggalnya Sa’ad bi Mu’adz, Nabi Saw berjalan dengan cepat, sehingga terputus putus tali sandal kami karenanya” – HR Bukhari
Berjalan di depan atau dibelakangnya, di sisi kanan atau sisi kiri dekatnya, jumhur ulama memilih berjalan di depannya

Sumber:
http://www.alaminkorea.com/index/?p=1305

Minggu, 25 Desember 2011

Tuntunan Merawat Orang Sekarat


Fiqh Islam memberikan tuntunan terkait tindakan yang dilakukan terhadap orang yang sakit keras / sekarat (muhtadlir). Apabila nampak tanda-tanda ajalnya sudah tiba, maka tindakan yang sunah dilakukan oleh orang yang sedang menungguinya adalah:
  1. Membaringkan muhtadlir pada lambung sebelah kanan untuk menghadapkannya ke arah kiblat. Jika tidak memungkinkan,semisal disebabkan tempatnya terlalu sempit atau ada semacam gangguan pada lambung kanannya, maka ia dibaringkan pada lambung sebelah kiri. Dan jika masih tidak memungkinkan, maka ditidur lentangkan menghadap kiblat dengan memberi ganjalan di bawah kepala agar wajahnya bisa lurus menghadap ke arah tersebut.
2. Membaca surat Yasin dengan agak keras dan al-Ro’du dengan suara yang pelan. Faidah pembacaan Surat ini – kata al-Qulyubi, adalah mempermudah keluarnya ruh, disamping ada sebuah hadits yang menjelaskan, bahwa ia akan mati, masuk dan bangkit dari alam kubur dalam keadaan segar bugar. Dalam Nihayah Az-Zain, Syaikh Nawawi Banten menambahkan, jika tidak mungkin membaca keduanya, maka surat yang dibaca disesuaikan dengan keadaan muhtadlir. Yakni apabila masih ada kesadaran dalam diri muhtadlir, maka surat Yasin-lah yang dibaca. Dan jika sudah tidak ada, maka yang dibaca adalah surat al-Ro’du karena surat ini berfaedah mempermudah keluarnya ruh.
3. Men-talqin dengan kalimat Tahlil secara santun (lembut) tidak menampakkan kesan memaksa. Semisal, mulaqqin (orang yang mentalqin) mengingatkan disampingnya dengan ucapan: “ dzikir kepada Alloh itu amat diberkahi”, atau mengajak hadirin dzikir bersama. Dalam talqinnya, Mulaqqin tidak perlu menambahkan lafadz Asyhadu kecuali muhtadlir bukan seorang mukmin dan ada harapan ia masuk Islam, maka talqinnya disamping harus mencantumkan lafadz tersebut juga harus disempurnakan menjadi dua kalimat syahadat agar ia meninggal dalam keadaan Islam.

Talqin ini tidak usah diulang kembali jika muhtadlir telah mampu mengucapkannya, selama ia tidak berbicara lagi – dan menurut Ulama’ Jumhur, walaupun mengenai hal-hal yang berkenaan dengan akhirat. Karena tujuan talqin ini, agar kalimat Tahlil menjadi penutup kalimat yang terucap dari mulutnya. Rosululloh bersabda :
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ
Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah “Laa ilaaha illallâh”, maka dia masuk sorga.
4. Sunah memberi minum, lebih-lebih jika nampak gejala ia menginginkannya. Karena dalam kondisi seperti itu, syeitan bisa saja menawarkan minuman yang akan ditukar dengan keimanannya.
Sesaat Setelah Ajal Tiba
Setelah muhtadhir telah melalui kematiannya, seperti adanya tanda-tanda mengendornya telapak tangan dan kaki, cekungnya pelipis dan hidung yang tampak lemas, tindakan berikutnya yang sunah dilalukan adalah:
1. Memejamkan kedua matanya seraya membaca:
بِاسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم اللَّهُمَّ يَسِّرْ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَسَهِّلْ عَلَيْهِ مَا بَعْدَهُ وَأَسْعِدْهُ بِلِقَائِك وَاجْعَلْ مَا خَرَجَ إلَيْهِ خَيْرًا مِمَّا خَرَجَ مِنْهُ الّلهُم اغْفِرلَهُ وَارْحَمْهُ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فىِ المَهْدِيينَ وَاخْلُفْهُ فىِ عَقِبهِ الغَابِرِينَ وَاغْفِرْلناَ وَلَهُ ياربَّ العَالَمِينَ وَافسَحْ لَهُ فىِ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Jika sampai terlambat hingga kedua matanya tidak bisa dipejamkan, maka cara memejamkannya dengan menarik kedua lengan serta kedua ibu jari kakinya secara bersamaan, niscaya kedua mata tersebut akan terpejam dengan sendirinya.
2. Mengikat rahangnya ke atas kepala dengan memakai kain yang agak lebar agar mulutnya tidak terbuka.
3. Melemaskan sendi-sendi tulangnya dengan melipat tangan ke siku, lutut ke paha dan paha ke perut. Setelah itu dibujurkan kembali, kemudian jari-jari tangannya dilemaskan. Jika agak terlambat sehingga tubuhnya sudah kaku, maka sunah dilemaskan memakai minyak. Hikmah dari pelemasan ini agar mempermudah proses pemandian dan pengkafanannya nanti.
4. Melepaskan pakaiannya secara perlahan. Kemudian disedekapkan lalu mengganti pakaian tersebut dengan kain tipis, (izar misalnya) yang ujungnya diselipkan di bawah kepala dan kedua kakinya (menutupi semua tubuh). Kecuali jika ia sedang menunaikan ibadah Ihram, maka kepalanya harus dibiarkan tetap terbuka.
5. Meletakkan beban seberat 20 dirham (20gr x 2,75gr = 54,300gr) atau secukupnya di atas perutnya dengan dibujurkan dan diikat agar perutnya tidak  membesar.
6. Membebaskan segala tanggungan hutang atau lainnya. Dan jika tidak mungkin dilakukan pada saat itu, maka segeralah ahli warinya malakukan aqad Hawalah (pelimpahan tanggungan hutang) dengan orang-orang yang bersangkutan. Dan sunah bagi mereka menerima tawaran tersebut.

Sumber:
http://lbm.lirboyo.net/tuntunan-merawat-orang-sekarat

Rabu, 21 Desember 2011

Ibumu, Ibumu, Ibumu, Bapakmu!!

“Dan Kami perintahkan kepada manusia  kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08.
Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu K.H. Abdullah Gymnastiar Hikam: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-dua sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia.” .
Dari Abu Hurairah dia berkata telah dating kepada Rasulullah saw seorang laki-laki lalu bertanya: “Wahai Rasulullah siapakah yg lbh berhak utk saya pergauli dengan baik?” Beliau menjawab “Ibumu” dia berta lagi “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ibumu” dia berta lagi “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ibumu” dia berta lagi “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ayahmu”. Dari isi Hadist terlihat betapa Allah melalui Rasulullah menilai besar pengorbanan orang tua kita terutama Ibu. Apa yg sudah ibu berikan kepada anak tak dapat dibandingkan dgn apapun di dunia ini. Orang tua terutama ibu harus selalu kita hormati sepanjang hidup kita. Walaupun itu bukan orang tua kita sendiri. Kalau kita menghormati semua orang tua berarti kita menghormati orang tua kita. Begitu juga bila kita memaki orang tua yg bukan orang tua kandung maka berarti kita memaki orang tua kita sendiri. Memuliakan orang tua kita bukan dgn memberi harta yg berlimpah. Tetapi akhlak yg baik dari anak-anak sudah membuat orang tua kita damai dan senang. Harta tak dapat dibandingkan dgn kemuliaan akhlak yg baik. Kita sebagai anak harus memohon berjuang sekuat kepada Allah bila orang tua kita belum mendapat hidayah dari Allah. Dan kita harus selalu menerima segala kekurangan orang tua kita dgn lapang dada. 

Pertama, tidak ada komentar yang tidak mengenakkan dikarenakan melihat atau tercium dari kedua orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan berharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut, sebagaimana dulu keduanya bersabar terhadap bau-bau yang tidak enak yang muncul dari diri kita ketika kita masih kecil. Tidak ada rasa susah dan jemu terhadap orang tua sedikit pun.
Kedua, tidak menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.
Ketiga, mengucapkan ucapan yang lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya. Tidak memanggil keduanya langsung dengan namanya, tidak bersuara keras di hadapan keduanya. Tidak menajamkan pandangan kepada keduanya (melotot) akan tetapi hendaknya pandangan kita kepadanya adalah pandangan penuh kelembutan dan ketawadhuan. Allah berfirman yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. al-Isra: 24)
Urwah mengatakan jika kedua orang tuamu melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahanmu, maka janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tajam yang dia tujukan kepada orang yang dia marahi.
Keempat, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita.
Kelima, bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya, dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.
Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang tua itu bersifat umum, mencakup hal-hal yang disukai oleh anak ataupun hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Bahkan sampai-sampai al-Qur’an memberi wasiat kepada para anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka adalah orang-orang yang kafir.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)
Syarat Menjadi Anak Berbakti
Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, agar seorang anak bisa disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya:
Satu, lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.
Dua, menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai dengan keinginan anak. Selama keduanya tidak memerintahkan untuk kemaksiatan kepada Allah.
Tiga, memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya meminta hal itu. Hal ini kita lakukan dengan penuh kerelaan dan kegembiraan dan selalu diiringi dengan kesadaran bahwa kita belum berbuat apa-apa meskipun seorang anak itu memberikan hidup dan hartanya untuk kedua orang tuanya.
Keutamaan Menjadi Anak yang Berbakti
1. Termasuk Amal yang Paling Allah Cintai
Dari Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Amal apakah yang paling Allah cintai.” Beliau bersabda, “Shalat pada waktunya,” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Masuk Surga
Dari Abu Hurairah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celaka, celaka, dan celaka.” Ada yang bertanya, “Siapa dia wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Dia adalah orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam usia tua, akan tetapi kemudian dia tidak masuk surga.” (HR Muslim)
Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Ya,” kataku. Nabi pun bersabda, “Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya.” (HR. Thabrani, al-Mundziri mengatakan sanadnya jayyid)
3. Panjang Umur dan Bertambah Rezeki
Dari Salman, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebaikan.” (HR. Turmudzi dan dihasankan oleh al-Albani)
Anas mengatakan, “Barang siapa yang ingin diberi umur dan rezeki yang panjang maka hendaklah berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjalin hubungan dengan karib kerabatnya.” (HR. Ahmad)
4. Semua Amal Shalih Diterima dan Kesalahan-Kesalahan Diampuni
Allah ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan  kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS al-Ahqaf: 15-16)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu ada seorang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya aku melakukan sebuah dosa yang sangat besar. Adakah cara taubat yang bisa ku lakukan?” Nabi bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu.” “Tidak” jawabnya. Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki bibi dari pihak ibu.” “Ya,” jawabnya. Nabi bersabda, “Berbaktilah kepada bibimu.” (HR. Tirmidzi)
5. Mendapatkan Ridha Allah
Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua dan murka Allah tergantung murka kedua orang tua.” (HR. Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani)
6. Diterima Doanya dan Hilangnya Kesusahan
Diantara dalilnya adalah kisah Ashabul Ghar, yaitu tiga orang yang tertangkap dalam goa. Salah satu diantaraa mereka adalah seorang yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Lebih Utama Daripada Hijrah dan Jihad
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ada seorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Aku hendak membaiatmu untuk berhijrah dan berjihad dalam rangka mengharap pahala dari Allah.” Nabi bertanya kepada keduanya, “Apakah diantara kedua orang tuamu ada yang masih hidup.” “Ya, kedua-duanya masih hidup.” Jawabnya. Nabi bertanya, “Engkau mengharap pahala dari Allah?” “Ya.” Jawabnya. Nabi bersabda, “Pulanglah, temui keduanya dan sikapilah keduanya dengan baik.” (HR. Muslim)
8. Orang Tua Ridha dan Mendoakan
Jika seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya, tentu keduanya akan senang, dan pertanda ridhanya kepadanya. Kemudian mendoakannya, sedangkan doa orang tua itu pasti terjawab.
Ada tiga orang yang doanya mustajab dan hal tersebut tidak perlu diragukan lagi. Tiga orang tersebut adalah doa orang yang teraniaya. Doa orang yang sedang bepergian dan doa orang tua untuk kebaikan anaknya. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh al-Abani)
9. Anak Kita Akan Berbakti Kepada Kita
Sikap bakti adalah hutang, maka sebagaimana kita berbakti kepada orang tua kita, maka anak kita pun akan berbakti kepada kita.
10. Tidak Akan Menyesal
Seorang anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya akan merasakan penyesalan ketika keduanya sudah meninggal dunia dan belum sempat berbakti.
11. Dipuji Banyak Orang
Bakti kepada kedua orang tua adalah sifat yang terpuji dan orang yang memiliki sifat ini pun akan mendapatkan pujian. Kisah Uwais al-Qorni adalah diantara dalil tentang hal ini.
12. Merupakan Sifat Para Nabi
Tentang Yahya ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)
Tentang Isa ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32)
Tentang Ismail ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Maka tatkala anak itu sampai  berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan  kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. ash-Shaffat: 102)
***
Penulis: Ustadz Aris Munandar

Pilih Warna Kesukaan Anda

Lirboyo Kaifa Hal

Ikuti Ane Dong